MALINAU— Festival Budaya Irau ke-11 semakin mendekati hari puncaknya. Hingga kini, rangkaian kegiatan telah berlangsung selama 15 hari dengan berbagai kemeriahan.
FIB ke-11 ini tidak hanya menampilkan pagelaran budaya dari berbagai etnis dan paguyuban, pameran UMKM daerah, serta aneka kuliner khas Malinau, tetapi juga menghadirkan sejumlah event olahraga yang menarik perhatian masyarakat.
Salah satunya adalah Irau Running yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari berbagai daerah.
Irau Running dalam rangka Festival Budaya Irau ke-11 ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi. Kegiatan yang digelar oleh panitia Irau tahun ini mencatat jumlah peserta mencapai 1.050 orang.
Dessy Sinaga, Ketua panitia Irau Running, menjelaskan bahwa pendaftaran peserta dibuka selama hampir dua minggu dan mendapat sambutan luar biasa.
"Selama hampir dua minggu kita open pendaftaran, total peserta yang mendaftar mencapai sekitar 1.050 orang. Kuotanya hampir habis," ujarnya.
Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Malinau, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan dan luar pulau.
"Peserta berasal dari Kabupaten Malinau dan kabupaten serta kota terdekat di Kalimantan Utara. Ada juga dari Kalimantan Timur seperti Berau, Balikpapan, dan Samarinda. Bahkan ada peserta dari Kalimantan Selatan, Jakarta, Surabaya, hingga Makassar," jelas Dessy.
Lomba maraton ini dibagi dalam enam kategori, yaitu kategori U45 ASN Kaltimtara, 5K Lokal, 10K Lokal, 5K Nasional, 10K Nasional, serta kategori 5K Kecamatan dan Pelajar di Kabupaten Malinau. Setiap kategori memiliki juara podium tersendiri.
"Semua kategori punya pemenang masing-masing. Setiap race kita ambil lima podium," tutur Dessy. Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp191.500.000 untuk seluruh kategori lomba.
Lomba maraton ini menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian Festival Budaya Irau ke-11, sekaligus mempererat semangat sportivitas dan kebersamaan masyarakat Malinau serta daerah-daerah sekitarnya. (*dip)
Editor : Azwar Halim