Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rilis di Festival Irau, Batik Kemilau Dapat Apresiasi Pemkab Malinau dan Siap Didaftarkan ke HAKI

Dip Ratar • Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:55 WIB
DIPA/RADAR TARAKAN RILIS: Batik Kemilau dari Kecamatan Malinau Utara resmi rilis pada Festival Budaya Irau ke-11 Malinau
DIPA/RADAR TARAKAN RILIS: Batik Kemilau dari Kecamatan Malinau Utara resmi rilis pada Festival Budaya Irau ke-11 Malinau

MALINAU – Produk batik khas Malinau Utara resmi dirilis dalam ajang Festival Budaya Irau ke-11 Kabupaten Malinau. Batik yang diberi nama Batik Kemilau ini menjadi salah satu karya unggulan daerah yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Malinau.

Momentum Festival Irau dimanfaatkan sebagai ajang perkenalan Batik Kemilau kepada masyarakat luas, pengunjung, dan wisatawan. Kehadiran batik ini diharapkan menjadi ikon baru Kecamatan Malinau Utara, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke tingkat nasional.

Batik Kemilau merupakan karya yang menggabungkan unsur budaya enam etnis besar di Malinau Utara, yaitu Tidung, Abai, Punan, Lundayeh, Tahol, dan Tinggalan. Nama “Kemilau” sendiri merupakan akronim dari Kecamatan Malinau Utara, melambangkan semangat persatuan dan keindahan budaya daerah tersebut.

Camat Malinau Utara, Nopis Muhramsyah Ishak mengatakan, bahwa Bupati Malinau telah meninjau langsung Batik Kemilau dan memberikan apresiasi atas karya yang lahir dari kreativitas masyarakat setempat.

"Pak Bupati tadi melihat langsung dan mengapresiasi Batik Kemilau yang sudah dirilis versi beta," ujar Nopis Kepada Radar Tarakan.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaporkan kepada pemerintah daerah untuk mendaftarkan Batik Kemilau ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Proses ini, kata Nopis, akan difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Malinau.

"Kami sudah laporkan untuk mendaftarkannya ke HAKI, dan nanti akan difasilitasi oleh DPRD," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malinau berharap pengembangan Batik Kemilau dapat melibatkan lebih banyak pembatik lokal agar manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Pak Wakil Bupati meminta agar pembuatannya tidak hanya di satu sanggar, tetapi juga dibagi ke beberapa pembatik di Malinau Utara," tambahnya.

Dengan peluncuran Batik Kemilau di Festival Irau, Malinau Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan potensi budaya daerah sebagai sumber kreativitas, ekonomi, dan kebanggaan masyarakat lokal. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Festival Irau Malinau #pemkab malinau