MALINAU – Festival Budaya Irau 2025 di Kabupaten Malinau dipastikan akan mencatat sejarah baru. Pemerintah daerah bersama sejumlah etnis peserta menargetkan empat penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam perhelatan budaya terbesar di perbatasan Kalimantan Utara ini.
Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus mengatakan, dua rekor diajukan langsung oleh Pemkab Malinau, yakni festival budaya terlama dan festival budaya dengan jumlah peserta terbanyak.
"Rekor MURI ini kan yang diajukan oleh pemerintah daerah adalah festoval budaya terlama sama terbanyak. Itu dari Pemda ada dua," ujarnya.
Sementara dari unsur etnis, dua rekor lain juga akan dicatatkan. Dari etnis Bulungan, akan dibuat kipas raksasa berukuran 30 x 15 meter.
Sedangkan dari Suku Dayak Tinggalan, mereka menampilkan bakang atau disebut juga kalong yakni alat tradisional untuk menggendong dan mengangkut barang yang dibuat dalam ukuran terbesar.
Dengan total empat rekor yang dibidik, Festival Irau tahun ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pesta budaya, tetapi juga wadah untuk mengangkat kekayaan tradisi ke tingkat nasional.
"Jadi dua rekor dari Pemda, dua rekor dari etnis. Semua sudah siap untuk ditampilkan," tambah Ernes.
Festival Irau yang digelar di Malinau setiap dua tahun sekali ini memang dikenal sebagai ruang ekspresi budaya terbesar di Kalimantan Utara. Ribuan peserta dari berbagai etnis, instansi, hingga pelaku UMKM turut serta memeriahkan festival irau ini. (*dip)
Editor : Azwar Halim