Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pulihkan Jalur Sungai Bahau di Malinau, 10 Batu Besar Jadi Target Peledakan

Dip Ratar • Minggu, 21 September 2025 | 15:32 WIB
ISTIMEWA BLASTING: Proses persiapan peledekan batu besar digiram baru Sungai Bahau oleh Tim gabungan dari Kodim 0910, Yonzipur 17/AD dan BPBD Malinau
ISTIMEWA BLASTING: Proses persiapan peledekan batu besar digiram baru Sungai Bahau oleh Tim gabungan dari Kodim 0910, Yonzipur 17/AD dan BPBD Malinau

MALINAU – Upaya pemulihan akses transportasi masyarakat di Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, terus dilakukan. Longsor yang memicu terbentuknya giram baru di Sungai Bahau sempat menghambat jalur utama warga, kini menjadi fokus penanganan pemerintah daerah bersama TNI.

Bupati Malinau Wempi W. Mawa, bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.

Atas instruksi Pangdam, Yonzipur 17/Ananta Dharma diterjunkan untuk melakukan penanganan teknis bersama Kodim 0910/Malinau di bawah pimpinan Letkol Inf M. Syaiful Arif. Tim blasting dipimpin langsung oleh Lettu Czi Gustav Salettia.

"Tim sudah berada di lokasi bersama BPBD. Kita berharap proses ini berjalan lancar sehingga akses masyarakat bisa segera dipulihkan," ujar Bupati Wempi.

Rangkaian operasi dimulai sejak 12 September 2025 dengan rapat koordinasi Pemda, BPBD, Kodim 0910/Malinau, dan instansi terkait. Sehari kemudian tim gabungan berangkat menuju Desa Long Lejo, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, lalu melanjutkan perjalanan melalui Sungai Bahau menuju lokasi sasaran. Warga Kecamatan Pujungan dan Bahau Hulu menyambut hangat kehadiran tim, menunjukkan dukungan penuh terhadap operasi pemulihan jalur transportasi.

Pada 14 September 2025, tim melakukan peninjauan awal, namun debit air tinggi sempat menghambat pemeriksaan detail. Baru pada 16 September tim kembali memetakan lokasi dan menemukan 10 batu besar yang harus diledakkan untuk memulihkan aliran sungai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan area, pembangunan jembatan darurat, pemasangan tali pengaman, serta pengeboran batu untuk penempatan bahan peledak. Pada 18 September 2025 pukul 08.30 WITA, tim berhasil meledakkan dua batu besar berukuran 7 meter dan 4 meter.

Proses peledakan kembali dilakukan pada 19 September 2025 pukul 16.30 WITA sehingga hingga kini tiga batu besar dari total 10 target telah berhasil dihancurkan.

Bupati Wempi mengungkapkan, medan curam dan cuaca tidak menentu sempat menghambat jalannya operasi. "Survei ini penting supaya kita bisa menentukan titik yang aman dan efektif, sehingga solusi ini benar-benar terlaksana," jelasnya.

Tim gabungan dipastikan akan tetap berada di lokasi hingga seluruh 10 batu besar berhasil diledakkan demi membuka kembali akses transportasi masyarakat secara aman dan lancar. Sinergi antara pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan masyarakat menjadi kunci kelancaran operasi di tengah tantangan medan berat. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#Sungai Bahau #kaltara #malinau