MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menunjukkan komitmen serius dalam menangani isu pangan dan gizi dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi periode 2025–2029.
Untuk memastikan rencana aksi yang disusun berbasis riset dan data valid, Pemkab Malinau menggandeng para ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jon Ifung, yang membacakan sambutan Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus.
Dalam sambutannya, Sekda Ernes Silvanus menegaskan bahwa isu pangan, perbaikan gizi, dan penurunan stunting merupakan tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi ini bertujuan mengintegrasikan dan mengkonvergensikan perencanaan pembangunan melalui koordinasi program dan kegiatan multisektor," ujarnya.
Keseriusan Pemkab Malinau dalam FGD ini terlihat dari hadirnya narasumber ahli, yakni Kepala Pusat Riset Pemerintah Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, serta Ray Septianis Kartika, yang memberikan masukan mendalam dalam pembahasan.
Lebih lanjut, Ernes berharap dokumen yang dihasilkan dapat menjadi panduan yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan dan selaras dengan kebijakan nasional, khususnya dalam upaya konvergensi penurunan stunting.
Melalui FGD ini, Pemkab Malinau menargetkan lahirnya dokumen perencanaan yang komprehensif dan bermanfaat bagi pembangunan daerah di masa mendatang. (*dip)
Editor : Azwar Halim