Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malinau Jadi Kabupaten Pertama dalam Persiapan Menuju Sekolah Inklusif

Dip Ratar • Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:12 WIB
Kepala Bidang Pembinaan PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Arbain Alfianus.FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
Kepala Bidang Pembinaan PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Arbain Alfianus.FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU — Kabupaten Malinau mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Kalimantan Utara yang secara serius mempersiapkan diri menuju sistem sekolah inklusif.

Sebanyak 101 guru dari tingkat SD dan SMP telah direkrut dan saat ini terdaftar sebagai mahasiswa Program S2 Pendidikan Inklusif di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Para guru tersebut merupakan tenaga pendidik aktif dari 109 SD dan 40 SMP di wilayah Malinau.

Masing-masing satuan pendidikan diharapkan memiliki minimal satu guru yang mewakili dalam program ini sebagai langkah awal membangun pendidikan yang ramah bagi semua peserta didik, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala Bidang Pembinaan PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Arbain Alfianus mengatakan, program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

"Memang kita yang cepat merespon ini. Di Kalimantan Utara, baru Malinau yang melangkah sejauh ini. Bahkan teman saya di Kabupaten Nunukan mengapresiasi. Saya bilang, kami betul-betul didukung oleh Pemerintah Daerah dan Pak Bupati. Apapun program kami selalu direspons dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, program ini juga mendukung capaian Rapor Pendidikan, yang kini menjadi indikator penting dalam penilaian mutu pendidikan nasional.

"Inklusif itu masuk dalam salah satu indikator penilaian. Meskipun saya kurang tahu persis bobot poinnya, tapi yang jelas ini membantu dalam penilaian rapor pendidikan," tambahnya.

Saat ini, Dinas Pendidikan Malinau masih fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para guru.

Setelah itu, barulah pengembangan fasilitas pendukung akan menjadi prioritas. Salah satunya adalah rencana pengadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di sekolah-sekolah.

"Tahun depan kami ajukan lagi ke pemerintah daerah untuk mendukung pengadaan fasilitas tersebut. Semoga mendapat respon yang baik," ujarnya

Langkah yang diambil Malinau ini bertujuan dalam membangun pendidikan yang setara, adil, dan inklusif. Dengan mempersiapkan guru sebagai ujung tombak perubahan, Malinau membuktikan bahwa transformasi pendidikan inklusif bisa dimulai dari daerah. (*dip)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Sekolah Inklusif #malinau