MALINAU – Sebanyak 38 siswa dari berbagai kabupaten di Kalimantan Utara mengikuti rangkaian Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan (SMKK) Negeri Samarinda Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Malinau pada tanggal 2 hingga 5 Juni 2025 lalu.
Kegiatan seleksi ini merupakan bentuk kolaborasi antara SMKK Negeri Samarinda dengan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan kepada putra-putri daerah penyangga kawasan konservasi.
Dukungan ini bertujuan mencetak generasi muda yang berjiwa konservasi dan siap mengabdi dalam bidang kehutanan di daerah asal mereka.
Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, S.Hut., M.E., menyampaikan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan seleksi ini.
"Balai TNKM akan membantu memfasilitasi seleksi PPDB SMKK Samarinda di Malinau. Semoga siswa-siswi yang nantinya dinyatakan lulus mampu menjadi rimbawan muda yang bisa mengabdi di bidang kehutanan," ujarnya.
Lebih lanjut, Balai TNKM juga memberikan perhatian khusus kepada peserta dari wilayah penyangga TNKM dengan menyediakan kuota jalur khusus sebanyak 20 orang dalam seleksi ini.
Seno menegaskan bahwa ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam melibatkan masyarakat adat dan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.
Sementara itu, perwakilan panitia seleksi dari SMKK Negeri Samarinda, Ramlan, S.Hut., M.P., menjelaskan bahwa seleksi ini adalah tahapan lanjutan setelah proses administrasi yang telah dilakukan sebelumnya.
"Jumlah peserta yang mengikuti seleksi ini sebanyak 38 orang, terdiri dari 20 peserta jalur khusus dan 18 peserta jalur umum. Mereka mengikuti lima jenis tes seleksi, yaitu wawancara, pemeriksaan kesehatan, ujian tertulis, psikotes, dan tes kebugaran jasmani," jelas Ramlan.
Para calon siswa berasal dari berbagai SMP di Kalimantan Utara, yakni dari Kabupaten Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, serta Kota Tarakan.
Kehadiran mereka mencerminkan antusiasme tinggi generasi muda di wilayah perbatasan dan daerah konservasi untuk menempuh pendidikan di bidang kehutanan. (*dip)
Editor : Azwar Halim