Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

540 Rumah Terendam, Banjir Kiriman dan Pasang Air Laut Picu Genangan Besar di Malinau Kota

Radar Tarakan • Senin, 26 Mei 2025 | 13:38 WIB
BANJIR: Kondisi Banjir di padat pemukiman Kecamatan Malinau Kota. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN
BANJIR: Kondisi Banjir di padat pemukiman Kecamatan Malinau Kota. FOTO: DIPA/RADAR TARAKAN

MALINAU – Banjir besar melanda wilayah Malinau Kota pada Sabtu (25/5). Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya 540 rumah terendam, dengan ketinggian air yang bervariasi dari 50 sentimeter hingga 2 meter di sejumlah titik permukiman warga.

Camat Malinau Kota, Muhd. Yusuf menjelaskan, banjir datang secara tiba-tiba dengan peningkatan debit air yang sangat cepat.

Genangan tertinggi tercatat di RT 1, di mana sejumlah warga bahkan harus melakukan evakuasi mandiri ke rumah keluarga mereka yang lebih aman.

Selain itu, wilayah seperti belakang Telkom, Ambok Tuwo, dan RT 10, 11, 12 juga terdampak parah.

"Di beberapa wilayah, air mencapai 2 meter. Sementara di RT 14 hingga RT 16, ketinggian berkisar antara 50 cm sampai 1,5 meter," ujar Yusuf.

Menurutnya, banjir tersebut merupakan banjir kiriman dari hulu, yang berasal dari Sungai Malinau dan Sungai Mentarang.

Kedua sungai itu bermuara ke Sungai Sesayap dan menyebabkan luapan air besar ke wilayah perkotaan.

Namun, bukan hanya debit air dari hulu yang menjadi penyebab. Yusuf menegaskan bahwa faktor pasang air laut juga berperan signifikan dalam memperparah dampak banjir.

"Banjir kemarin terjadi saat kondisi hampir mencapai puncak pasang air laut. Prediksi dari data teman-teman menyebutkan tinggi pasang bisa mencapai 0,3 hingga 3,5 meter, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada hari Rabu," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air, sembari memastikan bantuan dan penanganan pasca banjir berjalan secara terpadu. (*dips)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #banjir #rumah terendam banjir #malinau #pasang air laut