Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Malinau Duduki Peringkat Kedua IPM Tertinggi di Kaltara

Radar Tarakan • Rabu, 9 April 2025 | 15:12 WIB
Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan.
Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan.

MALINAU – Kabupaten Malinau mencatatkan capaian gemilang dalam pembangunan manusia dengan menempati peringkat kedua tertinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Kalimantan Utara pada data terbaru tahun 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau, IPM Malinau mencapai angka 74,72, hanya berada di bawah Kota Tarakan yang meraih IPM tertinggi sebesar 78,03.

Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menjelaskan bahwa IPM merupakan ukuran penting untuk melihat kualitas sumber daya manusia suatu daerah, khususnya dari sisi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

"IPM Malinau mengalami peningkatan setiap tahun. Dalam lima tahun terakhir saja, IPM naik dari 72,73 pada tahun 2020 menjadi 74,72 di tahun 2024. Kenaikan ini ditunjang oleh peningkatan di semua komponen, baik pendidikan, kesehatan, maupun pengeluaran per kapita," ujar Yanuar.

Secara rinci, umur harapan hidup di Malinau pada 2024 tercatat sebesar 73,27 tahun, sedangkan harapan lama sekolah mencapai 13,35 tahun, dan rata-rata lama sekolah sebesar 9,63 tahun. Sementara itu, pengeluaran riil per kapita tercatat sebesar Rp 11.190.000 per tahun.

Meski berada di bawah Tarakan, capaian IPM Malinau jauh melampaui kabupaten lain di Kalimantan Utara. Bulungan menempati posisi ketiga dengan IPM sebesar 73,83, disusul Tana Tidung (70,95), dan Nunukan yang berada di posisi terakhir dengan IPM 69,27.

Menurut Yanuar, keberhasilan Malinau menempati peringkat kedua tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis daerah, seperti program Wajib Belajar 12 Tahun (termasuk Program Wajib Belajar Malinau Maju) dan program Desa Sarjana yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan indeks pendidikan.

Namun demikian, untuk menyamai bahkan melampaui Tarakan, masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam hal fasilitas dan pemerataan pelayanan kesehatan dan akses pendidikan, terlebih pendidikan tinggi.

"Tarakan punya fasilitas kesehatan dan pendidikan yang lebih lengkap. Tapi Malinau tetap menunjukkan tren positif dan menjadi yang terbaik di antara wilayah non-kota lainnya," jelas Yanuar.

Dengan tren peningkatan yang konsisten dan program-program pendidikan yang terus berjalan, Malinau diperkirakan akan terus memperbaiki posisi dan kualitas pembangunan manusia dalam beberapa tahun ke depan. (*dips)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #peringkat kedua #malinau #ipm