MALINAU - Sebuah tantangan geografis di Kabupaten Malinau, setiap tahapan pemilu adalah cerita perjuangan tersendiri.
Dengan luas wilayah yang mencakup pegunungan, sungai besar, dan daerah pedalaman, proses distribusi hingga pengembalian logistik Pemilu sering kali menjadi ujian berat bagi penyelenggara.
Baru-baru ini, proses pengembalian logistik Pilkada 2024 berhasil rampung setelah melewati berbagai kendala.
Pada Senin siang, 2 Desember 2024, logistik dari tiga kecamatan terakhir—Sungai Boh, Kayan Hulu, dan Kayan Selatan—akhirnya tiba di gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malinau. Perjalanan ini menjadi kisah nyata kerja keras melawan keterbatasan alam dan teknis.
Proses yang awalnya dijadwalkan selesai pada Minggu, 1 Desember, harus tertunda akibat insiden tak terduga.
Ban pesawat pengangkut logistik pecah saat hendak melakukan penerbangan dari daerah pedalaman. Insiden ini menjadi hambatan serius karena tiga kecamatan tersebut hanya dapat diakses menggunakan pesawat kecil.
Kondisi jalan darat yang tidak memadai membuat transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan.
“Kami sempat cemas karena penundaan ini memengaruhi jadwal tahapan rekapitulasi. Namun, dengan kerja sama semua pihak, logistik akhirnya bisa sampai,” ungkap Marsalino, Ketua KPU Malinau. (*/hai/har)
Editor : Azwar Halim