Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku senang. “Saya lebih senang, karena PLTA Mentarang Induk ini dikerjakan oleh konsorsium Indonesia dan Malaysia,” kata seperti disampaikan Sekretariat Presiden, Rabu (1/3).
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang serumpun, bisa bekerja sama dengan baik. Pemerintah pun menargetkan PLTA ini selesai pada 2029. “Kita harapkan tujuh tahun lagi pembangunan PLTA Mentarang Induk bisa selesai,” ungkapnya.
Diharapkan pula, PLTA Mentarang Induk ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia. Apalagi, pembangkit listrik ini akan terintegrasi dengan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. “Kawasan industri ini akan menghasilkan produk hijau dengan emisi karbon yang rendah dan produk yang memiliki harga premium tetapi kompetitif. Kenapa? Karena energinya dari energi hijau dari Sungai Mentarang,” ungkap Jokowi.
Untuk mengintegrasikan PLTA dengan KIHI sepanjang 300 kilometer (km) yang disambungkan melalui transmisi ini bukanlah pekerjaan yang mudah, karena membutuhkan pembiayaan sebesar USD 2,6 miliar atau sekira Rp 39,651 triliun (kurs Rp 15.250,5). “Kalau di-rupiah-kan sekitar Rp 40 triliun. Sebuah nilai yang sangat besar,” ungkapnya.
Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :
Editor : Azwar Halim