Kapolsek Malinau Barat, Iptu Deny mengklarifikasi bahwa personel Polsek Malinau Barat tidak ikut nongkrong di cafe yang diduga terjadinya pelecehan terhadap mahasiswa KKN. Saat itu, personel Polsek Malinau Barat hanya mengantar kepala desa dan mahasiswa KKN ke cafe.
Baca Juga:
Di Tempat Ini Oknum Kades Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswi KKN
"Jadi dia (salah satu personel Polsek Malinau Barat) dimintain tolong sama Pak Kades Sesua untuk mengantar ke cafe. Setelah mengantar, dia langsung pulang kembali ke rumah," kata Iptu Deny.
Ia menambahkan ketika tengah malam, personel Polsek Malinau Barat tersebut kembali diminta untuk menjemput oleh Kades Sesua. Sehingga, personel Polsek Malinau Barat tersebut tidak mengetahui apapun yang terjadi di cafe.
"Mobil yang digunakan mobil pribadi personel Polsek Malinau Barat. Mungkin karena personel akrab dengan Pak Kades Sesua jadi dimintain tolong ini dan itu," jelasnya.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Malinau membenarkan perihal ditariknya dua kelompok mahasiswa KKN Universitas Borneo Tarakan (UBT) dari Desa Sesua. Alasan penarikan disebabkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum kades kepada seorang mahasiswi UBT yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sesua.
Sekretaris DPMD Malinau, Henok Markus mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima, awal kejadiannya ketika dua orang mahasiswa dan dua orang mahasiswi KKN diajak oleh oknum kepala desa ke cafe di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Malinau Kota. Di mana, dua orang ketua RT Desa Sesua dan satu personel Polsek Malinau Barat turut ikut pergi ke cafe tersebut. (*) Editor : Muhammad Erwinsyah