Kebiasaan sarapan anak-anak Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Sejumlah data menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan asupan energi dan nutrisi yang cukup saat memulai aktivitas di pagi hari.
Berdasarkan hasil SEANUTS II tahun 2024, hanya sekitar sepertiga anak usia 2 hingga 12 tahun yang mengonsumsi sarapan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Sementara itu, Survei Diet Total Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 mencatat hampir setengah anak Indonesia belum memperoleh energi yang cukup dari menu sarapan mereka. Selain itu, mayoritas anak masih mengonsumsi sarapan dengan kualitas gizi yang belum optimal.
Dokter Spesialis Anak, dr. Ahmad Hafidz, menilai bahwa pembiasaan sarapan sehat perlu ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, sarapan berperan penting sebagai sumber energi awal yang membantu anak menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.
Ia menjelaskan bahwa asupan yang cukup di pagi hari dapat mendukung konsentrasi saat belajar, meningkatkan semangat bergerak, serta membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih baik.
Pentingnya sarapan bergizi juga menjadi fokus dalam kampanye "Sereal Super untuk Anak Super" yang digelar di Bandung. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya menyediakan menu sarapan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga kaya nutrisi.
Senior General Manager Marketing Health & Wellness Combiphar, Felicia Stefanie, mengatakan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sejak pagi hari, menjadi faktor penting dalam membantu anak berkembang secara optimal.
Menurutnya, sarapan yang tepat dapat membantu anak memulai hari dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap untuk belajar, bermain, serta mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki.
Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak untuk lebih memperhatikan kualitas sarapan anak agar kebutuhan energi dan nutrisi harian dapat terpenuhi dengan baik sejak awal hari.
Editor : Rahul