Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan empat penyakit menular dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia. Tuberkulosis (TBC) masih menempati urutan pertama, diikuti HIV, malaria, dan demam berdarah dengue (DBD).
Menurut Budi, tingginya angka kasus keempat penyakit tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama karena belum seluruhnya memiliki vaksin yang diproduksi di dalam negeri. Pengembangan vaksin nasional pun menjadi salah satu fokus dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan.
Ia menjelaskan, Indonesia mencatat sekitar 1 juta kasus TBC setiap tahun. Jumlah tersebut menjadikan TBC sebagai penyakit menular dengan beban kasus terbesar di Tanah Air.
Di urutan berikutnya terdapat HIV dengan sekitar 570 ribu kasus per tahun. Sementara malaria menempati posisi ketiga dengan sekitar 520 ribu kasus, sedangkan DBD mencatat sekitar 151 ribu kasus setiap tahunnya.
"Dari sisi penyakit menular di mata Menkes, nomor satu TBC, nomor dua HIV, nomor tiga malaria, nomor empat dengue," kata Budi kepada wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (8/7).
Budi menambahkan, hingga saat ini vaksin untuk TBC dan HIV masih belum tersedia. Sementara vaksin malaria dan dengue sebenarnya telah dikembangkan, namun produksinya masih dilakukan oleh negara lain dan belum diproduksi di Indonesia.
Selain mempertimbangkan jumlah kasus, pemerintah juga melihat angka kematian sebagai dasar dalam menentukan prioritas pengembangan maupun penggunaan vaksin.
Data yang dipaparkan Menkes menunjukkan TBC menjadi penyakit dengan angka kematian tertinggi, yakni sekitar 126 ribu jiwa setiap tahun. HIV berada di posisi kedua dengan sekitar 25 ribu kematian. Adapun DBD menyebabkan sekitar 630 kematian per tahun, sedangkan malaria tercatat menimbulkan sekitar 132 kematian setiap tahunnya.
Editor : Rahul