Balikpapan – Berkendara di malam hari memiliki tantangan dan risiko yang lebih tinggi dibandingkan berkendara pada siang hari. Keterbatasan visibilitas, kondisi jalan yang sulit dipantau secara maksimal, hingga potensi kelelahan pengendara menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor Kaltim 1 membagikan sejumlah tips safety riding untuk membantu para pengendara tetap aman dan nyaman saat melakukan perjalanan malam hari.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kaltim 1, Muhammad Aditya Wicaksana, menjelaskan bahwa kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengendara menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum memulai perjalanan malam.
“Berkendara di malam hari membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi karena jarak pandang yang terbatas. Oleh karena itu, pengendara harus memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta menjaga fokus selama perjalanan,” ujarnya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah optimalisasi sistem penerangan kendaraan. Pengendara wajib memastikan lampu depan, lampu belakang, lampu sein, dan lampu rem berfungsi dengan baik. Selain itu, mika lampu harus selalu bersih agar pancaran cahaya tidak terhalang debu maupun kotoran. Penggunaan lampu jauh juga harus bijak, yaitu hanya digunakan saat kondisi jalan gelap dan sepi serta segera dimatikan ketika berpapasan dengan kendaraan lain untuk menghindari silau.
Selain kendaraan, visibilitas pengendara juga menjadi faktor penting. Astra Motor Kaltim 1 menyarankan penggunaan jaket atau rompi dengan material reflektif agar lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Penggunaan visor helm bening juga sangat dianjurkan untuk membantu pengendara melihat kondisi jalan dengan lebih jelas dibandingkan visor gelap yang dapat mengurangi kemampuan mata dalam mendeteksi potensi bahaya.
Dalam kondisi minim cahaya, pengendara juga harus menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan jarak pandang yang tersedia. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi langkah penting untuk memberikan waktu reaksi yang lebih panjang apabila terjadi pengereman mendadak atau situasi darurat lainnya.
Pengendara juga diimbau untuk lebih waspada terhadap area blind spot dan berbagai bahaya tersembunyi di jalan. Objek tanpa lampu seperti pejalan kaki, pesepeda, maupun hewan yang melintas sering kali sulit terlihat pada malam hari. Selain itu, kondisi permukaan jalan seperti lubang atau jalan bergelombang dapat tersamarkan oleh pencahayaan sehingga perlu diantisipasi dengan memperhatikan bayangan dan kontur jalan.
Tidak kalah penting, kondisi fisik pengendara harus selalu menjadi prioritas. Jika mulai merasakan kantuk, lelah, atau kehilangan fokus, pengendara disarankan segera berhenti di tempat yang aman dan terang untuk beristirahat. Memaksakan diri berkendara saat mengantuk dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan akibat micro-sleep yang sering kali tidak disadari.
“Ingat, kondisi jalan di malam hari penuh dengan ketidakpastian. Terapkan poin-poin keselamatan ini secara disiplin, jaga kecepatan, dan pastikan Anda tiba di tujuan dengan selamat. Safety riding bukan pilihan, melainkan keharusan,” tutup Muhammad Aditya Wicaksana, Instruktur Safety Riding Astra Motor Kaltim 1.
Editor : Rahul