PASCA Tragedi Tenggelamnya KMP Muchlisa di Teluk Balikpapan, sejumlah sejumlah pejabat hingga Kepala KSOP Balikpapan diganti, hal tersebut diketahui pada Jumat (16/5) sore, ketika Kaltim Post berusaha mencari informasi terkini proses investigasi yang dilakukan KSOP Balikpapan.
Di mana saat bertandang ke Kantor KSOP Balikpapan di kawasan Pelabuhan Semayang, tidak ada pejabat yang bisa memberikan keterangan.
Lantaran sedang dalam proses mutasi atau pergantian jabatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Subbagian Umum dan Hubungan Masyarakat (Humas) KSOP Kelas I Balikpapan Deni Wisnu Anggoro.
“Untuk informasi terkait perkembangan (kasus tenggelamnya) KMP Muchlisa menjadi kewenangan kepala kantor. Namun saat ini KSOP Balikpapan sedang terjadi proses pergantian pimpinan. Kemungkinan minggu depan (besok) sudah ada di sini,” ucap Deni.
Deni mengungkapkan, proses serah terima jabatan (sertijab) akan dilakukan pada Selasa (20/5) di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan.
Adapun kepala kantor yang baru adalah Captain Weku Frederik Karuntu, yang sebelumnya menjabat kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Tanjung Perak.
Weku nantinya menggantikan Heru yang bertugas sebagai kepala KSOP Utama Tanjung Priok. “Jadi hanya itu informasi yang bisa kami sampaikan,” sebut Deni.
Selain Captain Heru Susanto, berdasarkan rilis media sosial resmi milik KSOP Balikpapan @djpl_ksopbalikpapan pada 9 Mei lalu, ada tiga pejabat lain di KSOP Balikpapan yang digeser.
Antara lain Kepala Bagian Tata Usaha Riovano Tarigan, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Fourmansyah, dan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dedy Hermanto.
Sebelumnya, setelah insiden KMP Muclisa, KSOP Balikpapan pada 8 Mei lalu bersama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 18 kapal feri yang melayani penyeberangan rute Balikpapan-Penajam.
Juga dua kapal dengan rute Palu, Taipa, dan Mamuju. Hasilnya, sejumlah kapal dikeluarkan sementara dari pelayaran karena dianggap tidak memenuhi standar.
Adapun untuk KMP Muchlisa, KSOP Balikpapan menyatakan bahwa kapal layak berlayar.
Itu karena KMP Muchlisa diketahui telah menjalani pemeliharaan dari Desember 2024 hingga Februari 2025 dan telah dinyatakan layak laut sejak Januari 2025.
Sayangnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum dapat melakukan investigasi menyeluruh karena posisi kapal masih berada di dalam laut.
“Investigasi secara menyeluruh baru bisa dilakukan setelah bangkai kapal berhasil diangkat dari kedalaman laut,” ucap Heru, Jumat (9/5) lalu.
KSOP disebutnya juga telah mengeluarkan nota dinas berisi koordinat lokasi tenggelamnya kapal untuk dihindari oleh kapal lain.
Rencana pengangkatan bangkai kapal (SAVOR) telah dikomunikasikan dengan pihak pemilik kapal agar tidak mengganggu jalur pelayaran. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim