TANJUNG SELOR – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih bergantung pada pasokan dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
Kondisi itu menjadi salah satu atensi pemerintah daerah, terutama di tengah kelangkaan BBM bersubsidi serta meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir ini.
Untuk mengatasi persoalan distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan BBM dari Berau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara saat ini tengah menyiapkan pembangunan storage BBM di wilayah Kaltara yang ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.
Demikian disampaikan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (10/9). Menurut Gubernur Zainal, sejauh ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pusat, terutama dengan pihak Pertamina.
“Sulitnya mendapatkan BBM hari ini akan kita komunikasikan terus ke pihak Pertamina,” ujar Gubernur Zainal.
Hal yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah saat ini yang utama adalah soal kelancaran distribusi. Hingga saat ini, Kaltara itu masih menerima pasokan BBM dari Berau, karena di Kaltara saat ini belum ada pembangunan storage BBM.
“Kita sudah berupaya untuk bisa dibangun storage di Kaltara. Kita juga terus berkoordinasi untuk menggandeng vendor. Keberadaan storage ini penting supaya pasokan BBM untuk Kaltara ke depan tidak lagi tergantung dari Berau,” tuturnya.
Ditegaskannya, target di tahun 2027 pembangunan storage itu sudah bisa dilakukan di Kaltara karena investor sudah ada dan lokasinya juga sudah disiapkan.
Selain itu, orang nomor satu di Kaltara ini mengatakan bahwa pihaknya juga terus berkoordinasi ke Pertamina untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi untuk Kaltara.
“Beberapa waktu belakangan ini kita lihat di lapangan begitu panjang antrean di SPBU. Kita sudah melakukan komunikasi ke Pertamina untuk dapat diberikan tambahan kuota BBM bagi Kaltara,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim