Respons Cepat Titik Api di Gunung Sari, Gubernur Kaltara Pastikan Karhutla Tak Meluas

Iwan RT • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:39 WIB
SINERGI: Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang memantau poses pemadaman karhutla di Gunung Sari, Bulungan. FOTO: DKISP KALTARA
SINERGI: Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang memantau poses pemadaman karhutla di Gunung Sari, Bulungan. FOTO: DKISP KALTARA

TANJUNG SELOR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus terjadi. Salah satunya di daerah KM 12 Desa Gunung Sari, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Menyikapi munculnya titik api tersebut, tim gabungan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bulungan, serta didukung oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) gerak cepat untuk melakukan pemadaman.

Turun langsung Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang dengan didampingi Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila meninjau penanganan karhutla yang terjadi pada Rabu (9/9) itu. Peninjauan dilakukan setelah Gubernur Zainal menerima adanya titik api di lahan milik masyarakat.

“Saya mengapresiasi kerja keras petugas yang didukung oleh masyarakat terhadap penanganan kebakaran di Kaltara ini. Dengan adanya respon cepat terhadap titik api, insha Allah kebakaran yang terjadi tidak meluas,” ujar Gubernur Zainal.

Dalam situasi saat ini, orang nomor satu di Kaltara tersebut menegaskan bahwa Pemprov Kaltara akan terus berkomitmen untuk memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan karhutla yang terjadi di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini.

“Setiap laporan mengenai titik api harus segera direspons agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas. Saya juga mengapresiasi seluruh personel serta masyarakat yang telah bekerja sama dalam upaya pemadaman di lapangan,” kata Gubernur Zainal.

Terhadap karhutla ini, kesiapsiagaan dan pemantauan di wilayah rawan dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Pastinya, pemerintah daerah tentu tidak akan dapat bekerja sendiri, sangat diperlukan adanya sinergitas dari sejumlah pihak terkait lainnya, termasuk dari masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla.

“Masyarakat harus tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan ini, terutama di wilayah yang rawan. Jika ada titik api, segera laporkan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (iwk)

Editor : Azward Halim
kaltara