TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk menggenjot peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut Kepala Bapenda Kaltara, Datu Iqro Ramadhan, upaya ini dilakukan oleh Pemprov Kaltara dengan menggandeng akademisi dan praktisi. Adapun akademisi yang dilibatkan di sini meliputi Universitas Kaltara (Unikaltar), Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan Universitas Brawijaya.
“Di sini kita akan mengkaji sumber pendapatan baru, salah satunya untuk kajian terhadap bagaimana mekanisme atau metode yang bagus terkait penanganan kendaraan yang masih menggunakan plat luar Kaltara atau KU,” ujar Datu Iqro kepada Radar Tarakan di Tanjung Selor, Kamis (10/9).
Langkah ini dinilai perlu karena sudah ada surat edaran dari Gubernur Kaltara terhadap pemilik kendaraan dengan imbauan agar kendaraan yang masih menggunakan plat atau nomor polisi luar Kaltara untuk mutasi ke Kaltara.
“Ini sementara kita kaji aturannya. Bagaimana nanti aturannya yang bagus, baik dari akademisi maupun praktisi, sehingga begitu nanti kita buatkan pergub (peraturan gubernur), itu tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” tegas Datu Iqro.
Selain itu, lanjut Datu Iqro, melalui tim pengkajian ini juga dilakukan pendalaman terhadap potensi-potensi pajak yang saat ini belum tergali secara maksimal. Dalam hal ini, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan daerah.
“Misalnya pada sektor pajak alat berat. Untuk memaksimalkan sumber pendapatan ini, langkah-langkah apa yang kita ambil ke depan. Ini yang akan kita bicarakan bersama. Intinya, kebijakan yang kita ambit harus dipastikan tidak membebani masyarakat,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim