TANJUNG SELOR - Kualitas udara di wilayah Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini masih terus menunjukkan perubahan turun dan naik. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan pada Jumat (4/9) pukul 17.00 Wita, kualitas udara di Tanjung Selor tercatat sudah mendekati status sangat tidak sehat.
Dalam hal ini, update kondisi kualitas udara dengan alat PM 2.5 wilayah Tanjung Selor tercatat berada pada nilai konsentrasi 105.3 μg/m³ atau pada status tidak sehat. Padahal, pada Kamis (3/9) pukul 20.00 Wita, kualitas udara di Tanjung Selor sudah turun pada status sedang dengan nilai konsentrasi 45,2 μg/m³. Namun, status sedang ini hanya bertahan beberapa jam saja sudah kembali tidak sehat.
Karena update per Jumat (4/9) pukul 00.00 Wita nilai konsentrasi kualitas udara di Tanjung Selor sudah kembali ke angka 75,9 μg/m³ dan pada pukul 10.00 Wita nilai konsentrasi itu naik jadi 87,5 μg/m³. Hal ini tentu menjadi atensi semua pihak untuk tetap waspada guna menghindari paparan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mulai dari lingkungan pemerintah hingga masyarakat umum.
Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara, Sanusi mengatakan, kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini harus menjadi perhatian bersama.
"Kepada masyarakat termasuk seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) saya harap tetap menjaga kesehatan, terutama dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan," ujar Sanusi.
Menurutnya, untuk aktivitas di luar ruangan atau di luar rumah selama kondisi masih seperti saat ini, diharapkan dapat diminimalisir jika tidak begitu penting.
"Kalaupun memang perlu, gunakan masker. Karena keselamatan dan kesehatan harus menjadi hal yang utama," tuturnya.
Untuk diketahui, kualitas udara terbagi beberapa bagian dengan dibatasi oleh nilai konstelasi, yang mana 0-15,4 itu baik. Kemudian 15,5-55,4 itu sedang, 55,5-150,4 itu tidak sehat, 150,5-250,4 sangat tidak sehat, serta di atas dari 250,5 sudah masuk status berbahaya. (iwk)
Editor : Azward Halim