TANJUNG SELOR – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini masih cukup besar ditunjang dari sektor pertambangan. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltara, Agus Taufik kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi usai kegiatan Benuanta Economic Forum (BEF) tahun 2026 yang digelar BI Kaltara di Tanjung Selor, Selasa (4/8).
“Tapi, kita berharap selain sektor pertambangan, ke depannya juga ada sektor lain yang potensial bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kaltara,” ujar Agus.
Di antaranya seperti sektor perikanan dan budidaya laut, perdagangan dan sektor potensial lainnya. Ia menilai, potensi-potensi ini perlu didiskusikan bersama dengan pemerintah pusat dan daerah, serta para mitra strategis yang ada di Kaltara.
Namun, Agus menyebutkan untuk sektor riil yang bisa diandalkan Kaltara ke depan, itu sektor perikanan beserta budidaya laut. Saat ini Kaltara memiliki rumput laut dan hasil olahan perikanan yang sangat potensial.
“Kita juga punya area laut yang cukup luas di Kaltara. Beberapa data yang kami peroleh, Kaltara juga pernah melakukan ekspor hasil laut ke beberapa negara. Makanya kita harapkan mudah-mudahan ini menjadi sektor potensial ke depannya,” kata Agus.
Sementara untuk sektor perdagangan dan pengolahan. Saat ini Kaltara sudah memiliki Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.
“Saya rasa ini dapat menjadi salah satu kawasan yang bisa mendukung terjadinya supply chain (rantai pasok) untuk mendukung adanya hilirisasi produk-produk, misalnya produk pertambangan atau produk yang lain,” pungkasnya. (iwk)
Editor : Azward Halim