TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) secara tahunan atau y-on-y, dari 107,60 poin pada Juli 2025 menjadi 109,75 poin pada Juli 2026.
Kenaikan harga komoditas berdasarkan hasil pemantauan BPS Kaltara di tiga kabupaten/kota, yakni Tanjung Selor, Tarakan dan Nunukan ini menempatkan inflasi tahunan Kaltara di angka 2 persen.
Kemudian inflasi tahun kalender atau y-to-d di angka 1,21 persen, sedangkan secara bulanan atau m-to-m terjadi deflasi sebesar 0,68 persen.
Kepala BPS Kaltara, Mustaqim mengatakan, inflasi tahunan ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,20 persen, kelompok kesehatan 1,39 persen, serta kelompok transportasi 5,96 persen.
"Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,08 persen," ujar Mustaqim, Senin (3/8).
Adapun komoditas yang dominan menyumbang inflasi y-on-y pada Juli 2026, di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, angkutan laut, beras, bensin, nasi dengan lauk, sepeda motor, air kemasan, minyak goreng, daging ayam ras, sewa rumah, serta pelumas/oli mesin.
Sedangkan komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y, antara lain tomat, ikan layang, telur ayam ras, kangkung, bawang merah, cabai rawit, sawi hijau, bawang putih, bayam, jagung manis, terong, udang basah, serta sabun detergen bubuk.
Pada Juli 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, antara lain kelompok pakaian dan alas kaki 0,03 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,20 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen.
"Kelompok pengeluaran yang memberikan andil deflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,02 persen," sebutnya.
Jika dilihat dari kabupaten/kota yang dilakukan pantauan IHK, tercatat inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tarakan sebesar 2,60 persen dengan IHK 109,39 dan yang terendah terjadi di Tanjung Selor sebesar 1,29 persen dengan IHK 109,24.
Untuk diketahui, dalam tiga bulan terakhir ini kondisi inflasi Kaltara mengalami fluktuasi, yang mana pada Mei terjadi inflasi 2,90 persen, pada Juni sebesar 3,30 persen, kemudian pada Juli 2,00 persen. (iwk)
Editor : Azward Halim