TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong perluasan layanan kelistrikan di wilayah Kaltara.
Tahun 2026 ini, sebanyak 13 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal akan dibangun di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara. Salah satu lokasi prioritasnya berada di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara Payangan mengatakan, PLTS komunal di Lumbis Pansiangan ini akan melayani ratusan masyarakat.
Pekan kemarin, sosialisasi konservasi energi dan penyediaan kelistrikan sudah dilakukan di Lumbis Pansiangan. Sebagai beranda depan NKRI, wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kaltara ini harus memperoleh perhatian yang setara dengan wilayah lainnya.
"Perbatasan ini bukan halaman belakang, tapi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi harus dapat perhatian dan pelayanan pembangunan yang maksimal," ujar Yosua.
ROADMAP LIMA TAHUN
Yosua menyebutkan, saat ini Pemprov Kaltara telah menyiapkan roadmap ketenagalistrikan lima tahun ke depan.
Pada tahun ini, pemerintah merencanakan pembangunan PLTS komunal di 13 titik yang tersebar di perbatasan Kaltara, salah satunya di Desa Panas, Lumbis Pansiangan.
Infrastruktur ini direncanakan melayani sekitar 109 rumah warga, 15 fasilitas umum, serta memberikan manfaat bagi 658 jiwa atau sekitar 150 kepala keluarga (KK).
Tak hanya soal pembangunan infrastruktur kelistrikan, Pemprov Kaltara juga mengajak masyarakat menerapkan pola penggunaan energi yang hemat dan efisien.
Hal ini sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi. Tentu sinergi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota, hingga PLN menjadi bagian dari komitmen dari Pemprov Kaltara dalam mempercepat pemerataan layanan kelistrikan. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim