TANJUNG SELOR - Rencana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) terus digenjot oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperinda) Kaltara, Bertius mengatakan, arah kebijakan kereta api itu sudah ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Tapi untuk teknis pelaksanaannya itu ada di Dinas Perhubungan (Dishub),” ujar Bertius kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (20/5).
Dalam revisi rencana tata ruang wilayah nasional, rute kereta api Kaltara itu sudah ada masuk dan relatif sama dengan rencana daerah. Dalam rencana tata ruang wilayah nasional itu, mulai dari Berau ke Tanjung Selor sampai Malinau dan terus ke Sei Menggaris, Nunukan.
“Ini sangat bagus, karena titik temunya itu diproyeksikan di perbatasan RI-Malaysia, di kawasan rencana PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Sei Menggaris-Serudong,” kata Bertius.
Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Kaltara sangat menyambut baik adanya investor yang ingin membangun jaringan kereta api tersebut. Karena, dengan keterbatasan anggaran daerah saat ini, pola investasi pihak swasta sangat dibutuhkan.
“Makanya Pak Gubernur sangat terbuka dengan investasi yang ingin masuk. Jadi, yang pasti itu, Pemprov Kaltara sudah menyiapkan arah kebijakannya untuk pembangunan jaringan kereta api di Kaltara ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Perencana tersebut sudah pernah disusun di tahun 2015, tapi tentu hal itu perlu di-update lagi untuk penyesuaian pembiayaan dan lain sebagainya. Tapi untuk konsep dasarnya, itu sudah ada dalam rencana tata ruang wilayah provinsi.
“Itu sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2017, di sini tertuang rute untuk kereta api untuk menghubungkan antar ibu kota kabupaten di Kaltara, misalnya dari Malinau terhubung dengan Tana Tidung, Tana Tidung terhubung dengan Bulungan,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim