TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Achmad Djufrie menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat SP 7 Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan.
Salah satunya soal permintaan perbaikan jembatan utama Tanjung Buka yang setiap hari digunakan oleh masyarakat SP 7, SP 2, SP 10 sampai Salangketo. Saat ini, keselamatan warga yang melintas di jembatan tersebut terancam.
Achmad Djufrie mengatakan bahwa jembatan gantung ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah terkait, karena keberadaannya dinilai sudah tidak layak untuk digunakan. "Dan ini mengkhawatirkan karena mengancam keselamatan warga yang melintas setiap hari," ujar Achmad Djufrie kepada Radar Tarakan melalui sambungan selulernya, Senin (18/5).
Melalui momentum reses atau serapan aspirasi masyarakat, Politisi Partai Gerindra ini menyempatkan turun langsung untuk meninjau lokasi, guna melihat langsung kondisi jembatan tersebut. "Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas. Infrasttuktur seperti jembatan ini bukan hanya sekedar penghubung antat wilayah, tapi juga penunjang aktivitas dan perekonomian warga," tegasnya.
Untuk itu, pemerintah daerah, baik itu provinsi maupun kabupaten diharapkan dapat memprioritaskan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. "Jangan sampai sudah terjadi musibah, baru kita melakukan perbaikan. Ini jembatan utama yang digunakan maayarakat Tanjung Buka, mulai dari SP 7, SP 2, SP 10 sampai ke Salangketo," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim