Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kunjungi Kaltara, Stafsus Menag Tekankan Moderasi Beragama dan Kerukunan Lintas Iman

Fijai RT • Senin, 18 Mei 2026 | 01:56 WIB
KUNKER: Stafsus Menag Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar disambut Kanwil Kemenag Kaltara. FOTO: KEMENAG KALTARA
KUNKER: Stafsus Menag Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar disambut Kanwil Kemenag Kaltara. FOTO: KEMENAG KALTARA

TANJUNG SELOR - Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Bidang Kerukunan dan Layanan Keagamaan, Pengawasan dan Kerja Sama Luar Negeri, Gugun Gumilar melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kaltara. Kunker ini menjadi momentum penguatan moderasi beragama dan kerukunan lintas iman di wilayah perbatasan.

Dalam kunjunganya, ia menegaskan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan toleransi. “Membangun generasi unggul hari ini tidak cukup hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga harus dibekali kesadaran menjaga lingkungan, nilai toleransi, dan akhlak yang baik,” kata Gugun kepada Radar Kaltara, Minggu (17/5).

Menurutnya, pendekatan ekoteologi yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berkelanjutan. Ia pun apresiasi terhadap kondisi kerukunan umat beragama di Kaltara. Ia menilai, harmoni yang terjaga menjadi modal penting dalam pembangunan nasional.
“Saya mengapresiasi Kalimantan Utara yang mampu menjaga kerukunan dengan sangat baik. Ini adalah kekuatan besar bangsa kita. Tanpa kerukunan, negara tidak akan bisa maju, karena kerukunan adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa generasi saat ini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Karena itu, peran Kemenag tidak hanya menjaga nilai keagamaan, tetapi juga menjaga keutuhan bangsa. “Di tengah perubahan yang begitu cepat, Kementerian Agama hadir untuk menjaga umat, menjaga agama, dan menjaga bangsa agar tetap utuh serta menjadi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Lebih lanjut, Gugun menegaskan bahwa agama dan keyakinan merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat kedamaian dan memperkuat toleransi di tengah keberagaman.
“Tugas kita bersama adalah menjaga kedamaian dan menjaga kerukunan di Indonesia. Karena agama dan keyakinan adalah fondasi penting dalam membangun bangsa ini,” lanjutnya.

Dalam pesannya, ia juga mengingatkan tiga hubungan penting dalam kehidupan beragama, yakni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta dengan alam. Ketiganya dinilai harus berjalan seimbang dalam kehidupan masyarakat. Gugun menekankan pentingnya menanamkan nilai moderasi beragama sejak usia dini agar lahir generasi yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kita harus menyiapkan generasi yang unggul dengan memberikan pemahaman tentang kerukunan, toleransi, dan moderasi beragama sejak dini. Nilai-nilai itu harus tertanam dalam diri anak-anak kita,” tuturnya.

Ia juga mengajak tokoh agama lintas iman untuk terus menjadi penyejuk di tengah masyarakat serta menjaga persatuan bangsa.
“Mari bersama-sama menumbuhkan semangat yang baik dalam menciptakan moderasi beragama yang kuat, menjaga toleransi, dan merawat persaudaraan di tengah keberagaman bangsa kita,” ujarnya.

Di akhir kunjungannya, Gugun berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna menjaga harmoni di Kaltara. “Kami berharap Kalimantan Utara terus menjadi contoh daerah yang damai, harmonis dan mampu menjaga kerukunan sebagai fondasi pembangunan bangsa,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara