TANJUNG SELOR - Tiongkok tercatat sebagai negara penyerap ekspor terbesar yang dilakukan melalui pelabuhan di Kalimantan Utara (Kaltara) pada triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, nilai ekspor ke Tiongkok dari lima negara tujuan utama ekspor melalui pelabuhan di Kaltara mencapai USD 128,13 juta.
Di bawah Tiongkok ada Filipina dengan nilai ekspor sebesar USD 50,61 juta, Vietnam USD 38,46 juta, India USD 34,62 juta dan Korea Selatan USD 25,13 juta. "Peran kelima negara tersebut dalam ekspor Kaltara mencapai 90,54 persen terhadap total ekspor Januari-Maret 2026," ujar Kepala BPS Kaltara, Mustaqim, Jumat (15/5).
Ia menyebutkan, secara umum nilai ekspor Kaltara periode Januari-Maret 2026 turun 8,47 persen dibanding Januari-Maret 2025, yaitu dari USD 338,13 juta menjadi USD 309,49 juta.
Penurunan ekspor Januari-Maret 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh menurunnya ekspor non migas 8,73 persen dari USD 336,78 juta menjadi USD 307,38 juta.
Penurunan eskpor non migas disebabkan oleh menurunnya ekspor hasil industri sebesar 24,08 persen, dari USD 115,91 juta menjadi USD 88 juta dan ekspor hasil pertanian yang turun 56,83 persen, dari USD 10,24 juta menjadi USD 4,42 juta. "Sedangkan ekspor migas naik 55,49 persen, yaitu dari USD 1,35 juta menjadi USD 2,11 juta," kata Mustaqim.
Selain ekspor, Tiongkok juga jadi negara penyumbang impor migas dan non migas Kaltara di triwulan I tahun 2026 ini.
Dari total transaksi impor barang migas di Kaltara, tercatat dari Tiongkok menyumbang USD 5,54 juta. Kemudian disusul Malaysia dan Singapura yang masing-masing sebesar USD 0,38 juta, dan USD 0,02 juta.
Untuk impor non migas Kaltara yang tercatat USD 81,33 juta, itu berasal dari Tiongkok, Vietnam, Singapura dan negara lainnya dengan besaran masing-masing mencapai USD 49,16 juta, USD 12,51 juta, USD 10,59 juta dan USD 9,06 juta. "Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, impor nonmigas pada Januari-Maret 2026 mengalami penurunan 63,36 persen," sebutnya.
Kondisi ini mencerminkan neraca perdagangan Kaltara periode Januari-Maret 2026 mengalami surplus USD 218,15 juta atau naik 62 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. "Sedangkan pada Maret 2026, neraca perdagangan Kalimantan Utara mengalami surplus USD 104,67 juta atau naik 93,33 persen dibandingkan Maret 2025," imbuhnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim