TANJUNG SELOR - Potensi investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) sangat besar dan beragam. Hal ini yang kemudian membuatnya dilirik oleh banyak investor, baik dari nasional maupun global. Salah satu potensi yang ditawarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara itu adalah investasi air bersih.
Lewat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim), ditawarkan ke para investor untuk pembangunan Intake air baku. "Potensi kebutuhan air bersih di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) maupun untuk kota baru di Tanah Kuning itu sangat luar biasa besar. Di tahun 2035 yang akan datang, penduduknya diperkirakan lebih dari 2 juta," ujar Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Helmi kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
Saat ini, sudah ada feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) untuk pembangunan Intake tersebut, yang mana daerah potensi itu ada tiga titik. "Itu di Sungai Binai, Sungai Mangkupadi dan Sungai Pindada. Dengan melihat potensi ini, makanya kami menawarkan potensi investasi air bersih ini ke sejumlah investor, termasuk saat Kaltara Investments Forum kemarin," bebernya.
Selain itu, lanjut Helmi, pihaknya juga menawarkan peluang investasi air bersih untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Tarakan.
Saat ini di Kota Tarakan itu ketersediaan air bersihnya terbatas. Oleh karena itu, sistem pipanisasi ditawarkan untuk dibangun lewat jalur Sekatak, Bulungan. "Awalnya itu direncanakan lewat jalur Jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan). Tapi karena Jembatan Bulan itu belum ada, mungkin nanti lewat jalur bawah laut," tuturnya.
Tak hanya itu, beberapa potensi lain di provinsi ke-34 Indonesia ini juga menjadi atensi untuk ditawarkan kepada investor untuk dapat dikembangkan. "Termasuk untuk perumahan ASN (aparatur sipil negara) di KBM (Kota Baru Mandiri) dan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim