Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

500 Kuota Program Indonesia Pintar Masuk ke Kaltara, Ini Sasaran dan Kegunaannya

Iwan RT • Senin, 11 Mei 2026 | 08:37 WIB
Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Rahmawati.
Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Rahmawati.
TANJUNG SELOR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati terus memberikan perhatian serius terhadap pembangunan daerah, salah satunya di bidang pendidikan.
 
Tahun ini, anggota Komisi VII tersebut berhasil memperjuangkan 500 kuota program Indonesia pintar (PIP) untuk anak-anak di provinsi ke-34 Indonesia ini. 
 
“Itu program saya dari DPR RI. Dari fraksi saya memberikan bantuan Program Indonesia Pintar,” ujar Rahmawati kepada Radar Tarakan beberapa waktu lalu.
 
Menurut politisi Partai Gerindra ini, program ini dijalankan dengan berkolaborasi kepada sejumlah pihak, seperti dengan Pramuka di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga para kepala sekolah yang ada di Kaltara.
 
“Dari kolaborasi ini kita memetakan untuk melihat mana yang pantas kita berikan bantuan. Termasuk kita juga akan memberikan semangat kepada mereka,” kata istri dari Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang ini.
 
Adapun kuota 500 tersebut akan disebar untuk jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejuruan (SMK) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat.
 
“Tak hanya sampai di sini, program Indonesia pintar ini akan terus saya perjuangkan secara berkelanjutan bisa masuk di Kaltara,” tuturnya.
 
Selain PIP, lanjut Rahmawati, dari Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara juga ada menjalankan program beasiswa yang dinamakan Kaltara Unggul. Program ini untuk membantu anak-anak daerah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pendidikannya.
 
“Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara juga ada. Jadi kita bersama-sama akan terus memperjuangkan perhatian untuk sektor pendidikan di wilayah perbatasan ini,” tegasnya. 
 
Untuk diketahui, dana PIP ini difokuskan untuk biaya personal pendidikan, seperti pembelian perlengkapan sekolah, biaya operasional hingga kebutuhan khusus lainnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim
#kaltara