Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Investor Korea, Malaysia dan Singapura Jajaki Potensi Investasi di Kaltara

Iwan RT • Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:24 WIB
Kepala DPMPTSP Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Kepala DPMPTSP Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Investor dari tiga negara, yakni Korea, Malaysia dan Singapura melakukan penjajakan potensi investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan menghadiri Kaltara Investment Forum (KIF) 2026 di Tanjung Selor, Kamis (7/5).

 

Lewat forum ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui fasilitasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Kaltara, mulai dari pariwisata, food estate, hingga hilirisasi.

 

Kepala DPMPTSP Kaltara, Ferry Ferdinand Bohoh mengatakan, secara struktur di dalam tubuh DPMPTSP itu terdapat dua rumpun, yakni penanaman modal dan pelayanan terpadu. Lewat KIF ini, pihaknya fokus pada rumpun penanaman modal.

 

“Ini program tahunan yang kita laksanakan untuk menarik investor, baik dari dalam daerah, luar daerah, nasional maupun internasional. Dalam forum ini ada tiga negara yang hadir, yaitu Korea, Malaysia, Singapura,” ujar Ferry kepada Radar Tarakan, Jumat (8/5).

 

Selain itu, lanjut Ferry, sehari sebelumnya juga ada dari Australia datang ke provinsi ke-34 Indonesia ini dalam rangka kerja sama bidang pendidikan hingga pelayanan dasar.

 

Sebagai daerah perbatasan RI-Malaysia, Kaltara dikenal dengan daerah yang kaya dengan berbagai macam sumber daya alam, mulai dari tambang, industri, hingga potensi food estate. Untuk food estate, itu sangat potensi untuk dikembangkan dalam mendukung swasembada pangan.

 

“Kita memiliki potensi jadi lumbung pangan dan pasar kita juga ke depannya akan sangat besar, mulai dari Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan hingga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur,” jelasnya.

 

Tahun 2025 lalu, Ferry menyebutkan bahwa ada 17 IPRO (investment project ready to offer) yang ditawarkan lewat KIF. Tapi untuk tahun ini ada sekitar 7 atau 8 yang sangat potensi disampaikan Gubernur Kaltara dalam paparanya.

 

“Itu mulai dari pelabuhan internasional di Bebatu, food estate, serta hilirisasi industri. Seperti hilirisasi, misalnya. Kan ada industri alumunium di KIHI, itu nanti bahan bakunya bisa didatangkan dari luar seperti Morowali untuk hilirisasinya di Kaltara,” pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
#kaltara