TANJUNG SELOR - Kerja sama Indonesia dan Australia di bidang pendidikan kembali mendapat sorotan melalui kunjungan Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, ke Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (6/5).
Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung implementasi program kolaborasi kedua negara, khususnya di sektor pendidikan. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SDN 015 Tanjung Selor, yang menjadi bagian dari pelaksanaan program Inovasi.
Dalam peninjauan tersebut, Gita memberikan apresiasi terhadap penerapan pendidikan inklusif, terutama dalam upaya melibatkan anak-anak penyandang disabilitas agar dapat belajar bersama secara nyaman. “Kami melihat langsung bagaimana program ini meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memastikan anak disabilitas dapat ikut belajar dengan baik,” ujarnya.
Salah satu pendekatan yang dinilai menonjol adalah penggunaan profil belajar siswa, yang membantu guru memahami kemampuan, minat, dan kebutuhan masing-masing murid. Metode ini dinilai mampu membuat proses pembelajaran lebih adaptif. “Saya sangat terkesan. Guru di sini memahami perbedaan kemampuan murid dan menyesuaikan pembelajaran agar setiap anak bisa berkembang,” tambahnya.
Meski demikian, keberhasilan di satu sekolah belum tentu mencerminkan kondisi secara menyeluruh. Tantangan terbesar ke depan adalah memastikan pendekatan serupa dapat diterapkan secara konsisten di lebih banyak sekolah, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya.
Program ini sendiri awalnya difokuskan pada peningkatan literasi dasar, namun kini berkembang mencakup penguatan pendidikan inklusif. Pemerintah daerah dinilai mulai menunjukkan komitmen agar tidak ada anak yang tertinggal dalam akses maupun kualitas pendidikan.
Namun, keberlanjutan program dan kapasitas guru di berbagai daerah tetap menjadi faktor penentu. Tanpa dukungan berkelanjutan, inovasi seperti ini berisiko berhenti sebagai proyek percontohan, bukan solusi sistemik. “Jika sistem pendidikan dirancang sesuai kebutuhan anak, hasilnya tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran,” pungkas Gita. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim