TANJUNG SELOR - Kualitas guru atau tenaga pengajar dan kenyamanan lingkungan sekolah menjadi kunci utama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal itu ditegaskan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi usai memimpin upacara peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor pada Senin (4/4). “Banyak upaya-upaya kita untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kaltara. Pertama memberikan kesempatan kepada para guru untuk memiliki kualifikasi guru hebat,” ujar Gubernur Zainal.
Bersama itu juga, pemerintah daerah memberikan pelatihan-pelatihan kepada para guru agar bagaimana proses pendidikan itu bisa lebih baik untuk anak-anak, khususnya di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Selain itu, hal yang juga tak kalah pentingnya adalah kenyamanan tempat pendidikan. Mana kala tempat pendidikan itu nyaman, enak dan segar, Gubernur Zainal mengaku yakin semangat anak-anak untuk belajar juga akan tumbuh dengan sendirinya. “Kita bandingkan kalau tempat pendidikannya kotor, jorok, kemudian gurunya malas masuk. Itu pasti berbeda dengan tempat pendidikan yang rapi, bersih dan gurunya rajin masuk. Apalagi gurunya edukatif dan banyak inovasi yang dilakukan,” katanya. Jika ini dilakukan mantan wakil kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara ini mengaku yakin bahwa masa depan generasi muda di Kaltara akan jadi lebih baik.
Bagaimana kesejahteraan guru? Dalam hal memberikan motivasi kepada guru agar bias bekerja lebih maksimal dalam rangka mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Kaltara, kesejahteraannya harus diperhatikan.
Gubernur Zainal mengatakan, pada persoalan ini, hak-hak para guru harus dipenuhi. Termasuk hal-hal lain yang dianggap perlu, itu harus dipikirkan untuk dilakukan oleh pemerintah. “Pertama, tunjangan-tunjangan untuk mereka harus kita salurkan. Jangan ada pemotongan yang tidak jelas. Jangan ada hak mereka yang kita hambat,” tuturnya.
Artinya, apa yang dilakukan para guru untuk ‘mencetak’ penerus bangsa yang lebih baik harus diberikan apresiasi. Langkah ini dinilai penting agar semangat para guru juga bisa maksimal untuk mencerdaskan anak-anak di Kaltara.
Lebih dari itu, tuntutan jaman yang serba digital saat ini juga menjadi tantangan tersendiri terhadap sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Kaltara yang notabenenya merupakan daerah perbatasan.
Terhadap hal ini, pemerintah harus memenuhi kebutuhan sekolah dalam menunjang sistem digitalisasi di era yang serba canggih saat ini. “Digitalisasi di sekolah-sekolah ini sudah pasti jadi atensi kita. Untuk di sini, kita juga sudah memberikan papan pintar untuk sekolah. Ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim