TANJUNG SELOR - Pemerintah saat ini tengah mendorong pengembangan kereta api di luar Pulau Jawa sebagai upaya untuk penguatan konektivitas wilayah di Tanah Air. Untuk di Pulau Kalimantan, rencananya pembangunan jaringan kereta api itu akan dimulai dari Kalimantan Utara (Kaltara). Saat ini, salah satu investor nasional sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang.
“Insyaallah investor untuk pembangunan jaringan kereta api akan masuk di Kaltara. Itu direncanakan mulai dari Malinau-Tana Tidung sampai ke Tanjung Selor, Bulungan,” ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan, Kamis (30/4).
Harapannya tidak hanya selesai di wilayah Kaltara, tapi dapat dibangun hingga terkoneksi sampai ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) sampai ke seluruh wilayah Kalimantan. “Harapannya juga bisa sampai ke Brunai Darussalam dan Malaysia,” kata orang nomor satu di Kaltara ini.
Adapun estimasi nilai investasi sekitar Rp 25 triliun untuk pembangunan jaringan kereta api oleh investor itu hanya untuk di Kaltara.
Selain itu, dorongan dari pemerintah pusat juga sangat kuat untuk pengembangan kereta api di luar Jawa. Gubernur Zainal menyebutkan bahwa dorongan pusat itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Pak AHY menyampaikan bahwa semua pulau diupayakan ada kereta api. Kalau Jawa sudah tuntas, Sumatera sudah sebagian, Sulawesi juga sudah ada dari Makassar ke Parepare. Nah, Kalimantan ini belum, dan saat ini kita memulai itu,” kata Gubernur Zainal.
Terhadap wacana tersebut, Gubernur Zainal mengaku optimistis dan pihak investor juga dinilai sangat serius untuk melaksanakan pembangunan jaringan kereta api di provisi ke-34 Indonesia ini. “Target untuk MoU (Memorandum of Understanding) antara Pemprov Kaltara dengan pihak investor dapat dilaksanakan atau ditandatangani bersama pada tahun ini,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim