TANJUNG SELOR - Wacana pembangunan jaringan kereta api di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menguat dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltara, Hj. Rahmawati, yang menyatakan komitmennya untuk mengawal rencana tersebut dari tingkat pusat.
Kepada Radar Tarakan, politisi Partai Gerindra itu menegaskan kesiapan pihaknya untuk memastikan wacana tersebut dapat berproses menuju tahap realisasi. “Dari Senayan, kami akan terus mengawal untuk memastikan sejauh mana wacana ini bisa direalisasikan,” ujarnya, Rabu (29/4).
Menurut Rahmawati, pembangunan jaringan kereta api merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas dan membuka akses antarwilayah di provinsi ke-34 Indonesia ini. Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di daerah.
“Ini tentu sangat baik, karena saat ini kita juga terus berupaya menarik investor agar masuk ke Kaltara, tidak hanya di sektor transportasi, tetapi juga sektor lain seperti kesehatan dan sektor strategis lainnya,” jelasnya.
Ia menilai, kehadiran investor akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan daerah, mulai dari peningkatan infrastruktur hingga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
Karena itu, Rahmawati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan investor agar rencana pembangunan tidak berhenti pada tahap wacana. “Kita akan terus kawal dan melakukan komunikasi serta lobi agar rencana ini benar-benar bisa direalisasikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kehadiran jaringan kereta api akan memberikan kemudahan mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi barang dan jasa antarwilayah di Kaltara.
Upaya mendorong masuknya investasi, lanjutnya, akan terus dilakukan di berbagai sektor sebagai bagian dari percepatan pembangunan daerah. “Kita perlu bergandeng tangan dengan investor untuk mendukung pembangunan dan kemajuan Kalimantan Utara ke depan,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim