TANJUNG SELOR - Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
Menurutnya, dinamika global seperti fluktuasi harga energi hingga kondisi ekonomi dunia berimplikasi langsung terhadap kebijakan nasional, termasuk penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berpotensi memicu gejolak sosial.
“Situasi global ini harus direspons dengan kesiapsiagaan. Setiap potensi gangguan harus bisa dideteksi dan dimitigasi sejak awal,” ujarnya, Senin (27/4).
Djati menekankan pentingnya kepekaan personel di lapangan dalam membaca dinamika sosial. Ia meminta anggota tidak hanya bersikap reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi potensi konflik. “Deteksi dini adalah kunci. Jangan menunggu masalah besar terjadi baru bertindak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan ekonomi kerap memicu keresahan di masyarakat. Karena itu, kehadiran Polri diharapkan mampu menjaga stabilitas dan memberikan rasa aman. “Polri harus hadir sebagai penyejuk agar situasi tetap kondusif,” katanya.
Selain aspek keamanan, Kapolda turut menyoroti dampak cuaca ekstrem akibat fenomena el nino. Ia meminta personel menjaga kondisi fisik dan stamina agar tetap optimal dalam menjalankan tugas. “Kesehatan personel sangat penting, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya.
Ia menambahkan, tugas kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima, sehingga pelayanan tidak terganggu.
Di akhir arahannya, Djati menegaskan pentingnya menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, dan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. “Nilai-nilai itu menjadi kekuatan utama Polri dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim