TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan penuntasan fasilitas pendukung Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Utara pada tahun ini.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara, Helmi, menyampaikan bahwa pembangunan yang tersisa mencakup sejumlah infrastruktur penunjang, seperti garasi, jalan lingkungan, hingga pagar kawasan.
“Untuk bangunan utama sudah selesai, tinggal beberapa item pendukung seperti garasi dan pagar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, tiga bangunan inti, rumah jabatan, pendopo, dan pavilion, telah rampung lebih dahulu. Saat ini, fokus pemerintah daerah adalah melengkapi fasilitas agar kawasan tersebut dapat berfungsi secara optimal.
Menurut Helmi, kebutuhan anggaran untuk penuntasan fasilitas pendukung tersebut telah diajukan dan diperkirakan berada di kisaran Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar. “Insyaallah tahun ini bisa dilaksanakan. Anggarannya masih dalam proses pengajuan, kemungkinan melalui skema perubahan atau pergeseran anggaran,” jelasnya.
Meski demikian, realisasi pembangunan tetap akan bergantung pada kondisi keuangan daerah. Artinya, rencana penyelesaian fasilitas tersebut masih berpotensi mengalami penyesuaian.
Di sisi lain, alokasi anggaran untuk fasilitas pendukung rumah jabatan juga dapat menjadi perhatian publik, terutama di tengah berbagai kebutuhan pembangunan lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penuntasan ini merupakan bagian dari komitmen agar rumah jabatan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dilengkapi fasilitas yang representatif. “Fasilitas pendukungnya juga harus memadai,” tegasnya.
Sebagai informasi, Zainal Arifin Paliwang telah mulai menempati rumah jabatan tersebut sejak pertengahan Ramadan lalu. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim