‘Dokter Terbang’ Pemprov Kaltara Dipastikan Tetap Jalan

Iwan RT • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 06:49 WIB
Kepala Dinkes Kaltara, Usman. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Kepala Dinkes Kaltara, Usman. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) telah menjalankan berbagai program yang menyasar kawasan daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) di Kaltara.

Salah satunya program ‘dokter terbang’. Program yang dirintis sejak tahun 2014 ini memiliki tujuan untuk memberikan layanan kesehatan spesial untuk kawasan DTPK di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman mengatakan, program ‘dokter terbang’ ini diarahkan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang masuk dalam skala prioritas pada tahun 2026 ini.

“Saat ini kita sudah ada pada tahap persiapan. Karena memang kemarin arahannya lebih diprioritaskan,” ujar Usman kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Minggu (5/4).

Namun, untuk tahun ini nilainya sedikit berkurang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan karena adanya penyesuaian dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengalami efisiensi.

“Jadi berkurang karena menyesuaikan efisiensi. Tapi di usulan tetap dianggarkan, untuk tahun ini di bawah Rp 1 miliar,” sebutnya.

Dengan berkurangnya anggaran untuk ‘dokter terbang’ ini, Usman memastikan bahwa Pemprov Kaltara akan tetap memperhatikan skala prioritas daerah yang lebih membutuhkan. Tentunya akan ada teknis pelaksanaan di lapangan agar program ini tetap berjalan maksimal.

“Sasarannya lebih kepada DTPK, itu seperti di wilayah perbatasan di Malinau dan Nunukan. Pastinya untuk persiapan usulan sudah klir semua, kita saat ini lagi tahap persiapan,” pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim
kaltara