TANJUNG SELOR – Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kabupaten Bulungan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 di Aula Lantai I Kantor Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Tanjung Selor, Sabtu (12/9).
Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mendorong kontribusi masyarakat Minangkabau dalam pembangunan daerah.
Mewakili Pemkab Bulungan, Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar IKM.
Ia menilai keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti IKM memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat pembangunan.
Risdianto menegaskan, keberagaman suku, budaya, agama dan latar belakang masyarakat merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga.
Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan filosofi Minangkabau, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”
“Kita harus saling menghargai, saling mendukung dan bersama-sama menjaga daerah yang menjadi rumah kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi dan media.
Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.
“Pemerintah daerah tidak mungkin mampu melakukan pembangunan sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bulungan menerapkan konsep pentahelix untuk bersinergi bersama melaksanakan langkah-langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Bulungan,” jelasnya.
Risdianto menyebut pertumbuhan ekonomi Bulungan mencapai 10,62 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di wilayah Kalimantan. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
“Ini tidak mungkin kita bisa lakukan kalau kita tidak bisa membangun sinergi, bergotong royong, kebersamaan,” tandasnya.
Ia berharap IKM Bulungan semakin solid dan terus mengambil bagian dalam pembangunan, sekaligus menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Perayaan HUT ke-3 IKM Bulungan pun diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan serta mendorong kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Bulungan yang harmonis dan inklusif. (*)
Editor : Sophian Hadi