Tinggal di Gerobak, Pria 60 Tahun Ditemukan Meninggal di Bulungan

Fijai RT • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 12:56 WIB
OLAH TKP : Personel Polresta Bulungan melakukan olah TKP penemuan mayat, Senin (14/9).
OLAH TKP : Personel Polresta Bulungan melakukan olah TKP penemuan mayat, Senin (14/9).

TANJUNG SELOR – Seorang pria berusia 60 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam gerobak jualan yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya di kawasan Pujasera, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, Senin (14/9). Korban diketahui bernama Suandi, warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri di gerobak tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bulungan AKP Haji Rio Adi Pratama mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 08.30 Wita oleh seorang warga yang hendak berangkat bekerja. “Saksi melihat korban dalam kondisi terbaring di dalam gerobak dan sudah tidak bernyawa,” kata Rio kepada Radar Kaltara, Senin (14/9).

Menurut Rio, saksi yang menemukan korban merupakan tetangga Suandi. Setelah melihat kondisi korban, saksi langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar untuk kemudian dilaporkan kepada kepolisian.

“Setelah mengetahui korban sudah tidak bernyawa, saksi memberitahukan kepada warga sekitar dan selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dari keterangan saksi, Suandi memang diketahui tinggal seorang diri di dalam gerobak jualan tersebut. Korban juga disebut tidak memiliki kerabat dekat yang tinggal di sekitar lokasi. “Korban memang tinggal di dalam gerobak jualan tersebut dan selama ini hidup seorang diri,” jelas Rio.

Kondisi kesehatan korban sebelumnya juga menjadi perhatian warga. Suandi disebut memiliki keluhan batuk-batuk dan sakit pada bagian kaki yang membuatnya kesulitan berjalan. “Saksi menerangkan bahwa korban memiliki riwayat batuk-batuk serta mengalami sakit pada bagian kaki sehingga korban susah berjalan,” ungkapnya.

Rio menambahkan, keberadaan korban sebelumnya sudah pernah dilaporkan kepada Dinas Sosial. Bahkan, terdapat rencana untuk memulangkan Suandi ke kampung halaman. Namun, korban memilih menolak rencana tersebut dan tetap bertahan di gerobak yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

“Korban sebelumnya sudah dilaporkan kepada Dinas Sosial dan akan dipulangkan ke kampung halaman, tetapi korban menolak dan tetap ingin tinggal di gerobak tersebut,” katanya.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Polisi juga melakukan identifikasi terhadap korban serta mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar tempat kejadian.

“Kami mendatangi TKP, mengumpulkan keterangan saksi dan mencari identitas korban,” ujar Rio.

Sejumlah barang ditemukan di lokasi, di antaranya satu kemeja hitam, satu sarung bermotif kotak-kotak berwarna oranye dan hitam, satu dompet hitam, satu sandal selop hitam, satu gelas minuman serta sisa kue yang diduga milik korban. “Barang-barang tersebut ditemukan di lokasi kejadian dan menjadi bagian dari pemeriksaan petugas,” jelasnya.

Jenazah Suandi kemudian dievakuasi dari gerobak dan dibawa ke RSUD Tanjung Selor untuk penanganan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut dan belum menyimpulkan penyebab kematian korban. “Jenazah sudah kami bawa ke RSUD Tanjung Selor untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (jai)

 

Editor : Azward Halim
polresta bulungan penemuan mayat