Pemkab Bulungan Evaluasi Penanganan Karhutla

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 15:23 WIB
BERDIALOG : Wabup Bulungan didamping Sekda Bulungan berdialog langsung dengan pemilik lahan.
BERDIALOG : Wabup Bulungan didamping Sekda Bulungan berdialog langsung dengan pemilik lahan.

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul masih adanya sejumlah titik api di wilayah Tanjung Palas Timur. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman yang hingga kini masih terus digencarkan tim di lapangan.

Ex Officio BPBD Bulungan H. Risdianto mengatakan, sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan, sementara beberapa titik lainnya masih dalam penanganan. Tim gabungan terus bergerak untuk memastikan api dapat dikendalikan. “Alhamdulillah, hari ini beberapa titik api sudah mampu kita padamkan, walaupun memang masih ada titik lainnya. Dan itu terus kita bergerak untuk mencoba memadamkan,” kata Risdianto kepada Radar Kaltara, Rabu (9/9).

Menurutnya, peninjauan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dari evaluasi untuk memperbaiki pola penanganan karhutla ke depan. Pemda Bulungan tetap mengutamakan respons cepat terhadap titik api, sekaligus menyiapkan perencanaan aksi yang lebih terkoordinasi. “Pada intinya hari ini bagaimana evaluasi kita untuk ke depannya. Penanganan cepat sekarang ini tetap kita jalankan, kemudian nanti akan dikoordinir BPBD dalam rangka membuat perencanaan aksi,” ujarnya.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla dengan melibatkan seluruh perusahaan di Tanjung Palas Timur. Langkah tersebut dinilai penting karena kawasan itu hampir setiap tahun menghadapi persoalan kebakaran.

“Tanjung Palas Timur ini hampir setiap tahun terjadi kebakaran. Sehingga nanti bagaimana skenarionya untuk mengantisipasi agar kebakaran itu tidak terus berulang,” jelas Risdianto.

Ia menyebut terdapat dua persoalan utama yang perlu diantisipasi dalam penanganan karhutla, yakni akses menuju titik api dan ketersediaan sumber air. Kedua faktor tersebut akan menjadi bagian dari perencanaan penanganan agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.

“Pada saat kita memadamkan api di tapak atau lapangan, yang pertama adalah akses. Yang kedua sumber air atau embung. Ini nanti akan didesain bagaimana potensi-potensi yang kemungkinan menjadi kendala bisa kita antisipasi ke depannya,” tuturnya.

Selain pemadaman, Pemda Bulungan juga mendorong perusahaan memperkuat dukungan sarana dan prasarana penanganan karhutla. Dukungan tersebut mencakup personel, peralatan, hingga penguatan peran Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai relawan yang berada dekat dengan lokasi rawan kebakaran.

“Alhamdulillah, pelaku usaha atau perusahaan bersedia untuk bahu-membahu mempersiapkan sarana dan prasarana, petugas, maupun bantuan kepada MPA yang ada saat ini. Karena mereka adalah relawan kita di lapangan,” ungkapnya.

Risdianto menambahkan, perkembangan penanganan karhutla di Bulungan juga secara rutin dilaporkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Laporan tersebut memuat kondisi lapangan hingga pergerakan tim dalam melakukan pemadaman.

“Setiap hari kita melaporkan dari BPBD terkait apa yang terjadi di lapangan, kemudian tim yang bergerak kita buatkan laporan dan kita padukan untuk disampaikan ke BNPB,” katanya.

Pemantauan titik api juga dilakukan menggunakan aplikasi yang dapat menunjukkan sebaran hotspot di wilayah Kabupaten Bulungan. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan langkah dan lokasi yang perlu segera ditangani.

“Dari aplikasi itu terlihat pantauan api-api yang ada di Kabupaten Bulungan. Kemudian bagaimana kita bekerja dan bergerak untuk memadamkan api, serta bagaimana laporan hasil penanganannya, itu yang kita laporkan setiap hari,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
karhutla Sekda Bulungan BPBD Bulungan