Keluar Rumah Dini Hari, Bocah 5 Tahun Diduga Jatuh ke Sungai

Fijai RT • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:40 WIB
PENCARIAN KORBAN : Petugas gabungan Polairud Polresta Bulungan dan BPBD Bulungan melakukan pencarian seorang bocah yang diduga jatuh ke Sungai Selimau, Tanjung Selor Timur, Rabu (2/9).
PENCARIAN KORBAN : Petugas gabungan Polairud Polresta Bulungan dan BPBD Bulungan melakukan pencarian seorang bocah yang diduga jatuh ke Sungai Selimau, Tanjung Selor Timur, Rabu (2/9).

TANJUNG SELOR – Seorang anak perempuan Nur Sainap (5), diduga jatuh ke Sungai Selimau setelah keluar dari rumah pada Rabu (2/9) sekitar pukul 04.00 Wita. Bocah tersebut diduga menuju Dermaga Tambangan PKMT di Jalan Teluk Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Bulungan, untuk belajar berenang.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bulungan Widi Kustanto mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan langsung melakukan pemantauan atau ground check ke lokasi. “Kami melakukan pemantauan di lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait keberadaan korban dan memastikan kondisi di lapangan,” kata Widi kepada Radar Kaltara, Rabu (2/9).

Berdasarkan informasi awal dari personel Polairud Polresta Bulungan yang berada di lokasi, korban diketahui keluar dari rumah seorang diri dengan cara memanjat melalui jendela. “Informasi yang kami terima, korban keluar dari rumah melalui jendela dengan cara memanjat dan membuka kunci jendela,” ujarnya.

Peristiwa tersebut diketahui dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah korban. Setelah keluar rumah, korban kemudian berjalan menuju kawasan dermaga PKMT dengan membawa handphone. “Dari CCTV di rumah, korban terlihat keluar sekitar pukul 04.00 Wita. Setelah itu, korban menuju dermaga dengan membawa handphone,” jelas Widi.

Handphone yang sebelumnya terlihat berada di tangan korban kemudian ditemukan di ujung jembatan kayu di kawasan dermaga. Kondisi tersebut memunculkan dugaan korban menyimpan HP sebelum terjatuh atau masuk ke sungai. “Handphone korban ditemukan di ujung jembatan kayu. Dari informasi di lapangan, korban diduga menyimpan handphone tersebut sebelum akhirnya terjatuh atau terjun ke sungai,” katanya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban jatuh. Pencarian dilakukan menggunakan perahu pribadi dan peralatan seadanya. “Warga sekitar langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat korban jatuh dengan menggunakan perahu pribadi dan alat seadanya,” tutur Widi.

Hingga Rabu pagi, pencarian masih berlangsung. Tim di lapangan terdiri dari dua personel BPBD Bulungan dan delapan personel Polairud Polresta Bulungan. “Sampai saat ini pencarian masih dilakukan. BPBD melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan personel yang berada di lapangan,” ujarnya.

Informasi awal mengenai kejadian tersebut diperoleh personel Polairud dari paman korban bernama Rianto. Widi mengatakan BPBD masih melakukan pengumpulan informasi dan pemantauan di lokasi untuk mendukung proses pencarian. “Kami masih melakukan ground check dan mengumpulkan informasi di lokasi untuk mengetahui perkembangan pencarian korban,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
selimau PKMT polairud BPBD Bulungan tenggelam