Benih Jagung P27 Disalurkan ke Petani Bulungan, Disperta Perketat Pengawasan

Fijai RT • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:53 WIB
DISTRIBUSI PUPUK : Pekerja menurunkan pupuk dari truk untuk didistribusikan kepada petani di Bulungan
DISTRIBUSI PUPUK : Pekerja menurunkan pupuk dari truk untuk didistribusikan kepada petani di Bulungan

TANJUNG SELOR – Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi jagung di Bulungan melalui penyaluran bantuan benih jagung hibrida. Salah satu varietas yang disalurkan kepada kelompok tani penerima manfaat adalah Pioneer P27.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan, Kristiyanto mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dikawal langsung jajaran teknis untuk memastikan benih benar-benar diterima petani sesuai ketentuan. Pengawasan dilakukan mulai dari jumlah, mutu, waktu distribusi hingga ketepatan penerima.
“Penyaluran bantuan ini kami kawal agar tepat jumlah, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Jangan sampai bantuan yang diberikan pemerintah tidak sesuai dengan kebutuhan petani,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Minggu (9/8).

Dalam proses distribusi, Disperta Bulungan melibatkan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) dan Pengawas Benih Tanaman (PBT). Tim tersebut melakukan pendampingan sekaligus pemeriksaan terhadap benih sebelum diserahkan kepada kelompok tani.
“Kami melakukan pemeriksaan bersama tim teknis, PPL, dan PBT untuk memastikan kondisi benih memenuhi standar serta bantuan diterima oleh kelompok tani yang memang telah ditetapkan sebagai penerima,” ujarnya.

Varietas Pioneer P27 dipilih karena dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi iklim tropis. Selain itu, varietas tersebut memiliki ketahanan terhadap sejumlah hama dan penyakit utama serta potensi hasil yang cukup tinggi.
“Harapannya, benih yang diberikan ini dapat tumbuh optimal dan meningkatkan produktivitas jagung. Pada akhirnya, peningkatan produksi juga diharapkan berdampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Untuk memastikan mutu benih, tim pendamping juga melakukan verifikasi dokumen berita acara serah terima (BAST) serta pemeriksaan fisik kemasan. Pemeriksaan mencakup kondisi kemasan, tingkat kesegaran, daya tumbuh, hingga masa berlaku benih.
“Pemeriksaan ini penting karena kualitas benih menjadi salah satu faktor awal yang menentukan keberhasilan budidaya. Kami ingin memastikan benih yang sampai ke petani masih dalam kondisi baik dan layak tanam,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan juga disesuaikan dengan daftar calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan distribusi sekaligus memastikan bantuan diterima kelompok tani sesuai peruntukannya.
“Penerima bantuan harus sesuai dengan CPCL yang telah ditetapkan. Ini bagian dari upaya menjaga transparansi sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat kepada petani,” tegasnya.

Tak hanya menyerahkan bantuan benih, Disperta Bulungan melalui PPL juga memberikan pendampingan teknis kepada petani. Materi yang diberikan antar lain pola tanam, pengaturan jarak tanam hingga penerapan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman.
“Petani tidak hanya menerima benih, tetapi juga perlu mendapatkan pendampingan agar potensi varietas tersebut bisa dimaksimalkan. Teknik budidaya yang tepat sangat menentukan hasil produksi,” katanya.

Kristiyanto menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pengawas benih, dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pemerintah berdampak terhadap peningkatan produksi pangan.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Pemerintah menyediakan dukungan, sementara petani menjadi pelaku utama di lapangan. Dengan pendampingan yang baik, kami optimistis produksi jagung Bulungan dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan benih jagung APBN 2026 tersebut diharapkan turut memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. Bulungan memiliki potensi lahan pertanian yang dapat terus dikembangkan melalui penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas petani.
“Kami berharap program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan dampak nyata bagi petani,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
jagung hibrida ppl pemkab bulungan Disperta Bulungan