TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menegaskan pentingnya pembangunan desa yang dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam kegiatan retreat kepala desa se-Bulungan, baru-baru ini:
Kegiatan yang diikuti 74 kepala desa itu, menyajikan materi mengenai tata kelola pemerintahan desa, kepemimpinan, pengelolaan keuangan, hingga strategi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Syarwani menegaskan bahwa hasil retreat tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial.
Ia meminta seluruh kepala desa segera mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dengan membangun budaya musyawarah di desa masing-masing.
Menurutnya, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh komponen masyarakat agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Setelah retreat ini, dengan semangat duduk bersama, saya berharap dapat ditindaklanjuti di desa masing-masing. Libatkan Badan Permusyawaratan Desa, Karang Taruna, Forum Anak, organisasi perempuan, tokoh agama, perwakilan perusahaan, serta seluruh unsur masyarakat untuk bermusyawarah bersama-sama menyusun dan merumuskan APBDes,” tegas Syarwani.
Bupati yang didampingi Sekretaris Daerah Bulungan, H. Risdianto, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan seluruh elemen desa akan melahirkan rasa memiliki terhadap setiap program pembangunan.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai rencana.
“Kalau semua merasa dilibatkan sejak proses perencanaan, maka kepedulian terhadap pembangunan desa juga akan semakin besar. Program yang disusun akan lebih tepat sasaran karena lahir dari kebutuhan masyarakat sendiri,” ujarnya.
Selain menyoroti tata kelola pemerintahan desa, Syarwani juga mengingatkan para kepala desa agar memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Ia meminta pemerintah desa aktif mengajak generasi muda berpartisipasi dalam pembangunan sekaligus melindungi mereka dari berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, desa harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak dan pemuda untuk tumbuh, belajar, serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Karena itu, kepala desa diminta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah serta terus melakukan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi penerus.
“Pemuda adalah aset desa. Mereka harus diberi ruang untuk berkarya dan dilibatkan dalam pembangunan. Pada saat yang sama, kita juga harus memastikan mereka terhindar dari narkoba dan tetap mendapatkan hak pendidikan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah berkembang di sejumlah desa di Kabupaten Bulungan.
Menurutnya, hampir seluruh desa memiliki potensi unggulan yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan Desa Tanjung Agung yang berhasil mengembangkan usaha produksi telur ayam, Desa Bunyu Timur dengan inovasi pengolahan limbah plastik menjadi batako, potensi wisata Pantai Mangkupadi, Air Terjun Long Peso, hingga berbagai potensi pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata yang tersebar di 74 desa di Bulungan.
Seluruh potensi tersebut, lanjutnya, perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan desa, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat ekonomi masyarakat.
Untuk mempercepat lahirnya inovasi, Syarwani mendorong pemerintah desa menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
Menurutnya, desa tidak perlu selalu memulai dari nol apabila terdapat contoh keberhasilan yang bisa dipelajari dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Kalau ada potensi yang sama, silakan terapkan metode ATM, yakni Amati, Tiru, dan Modifikasi. Jangan sekadar meniru, tetapi lakukan pengembangan sesuai karakteristik desa sehingga produk-produk Bulungan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” katanya.
Bupati optimistis, melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, pembangunan desa di Kabupaten Bulungan akan semakin maju.
Ia berharap para kepala desa mampu menjadi pemimpin yang tidak hanya menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi desa.
Retreat kepala desa ini pun diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBDes benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bulungan. (*)
Editor : Sophian Hadi