Bahasa Daerah Masuk Sekolah, Disdikbud Bulungan Perkuat Pelestarian Budaya Sejak Dini

Fijai RT • Dipublikasikan Kamis, 16 Juli 2026 | 00:37 WIB
PADUAN SUARA: Pelajar di Bulungan saat mengikuti paduan suara. FOTO: RADAR TARAKAN
PADUAN SUARA: Pelajar di Bulungan saat mengikuti paduan suara. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengintegrasikan muatan lokal bahasa daerah ke dalam pembelajaran di sekolah serta melibatkan pelajar dalam berbagai kegiatan kebudayaan sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak usia dini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan, Suparmin mengatakan pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan formal.
“Untuk edukasi peserta didik, kita juga memasukkan muatan lokal bahasa daerah dalam pembelajaran di sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda,” kata Suparmin kepada Radar Kaltara, Minggu (5/7).

Selain melalui pembelajaran di kelas, Disdikbud Bulungan juga aktif melibatkan peserta didik dalam berbagai kegiatan kebudayaan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya melalui Festival Tunas Bahasa Ibu yang secara rutin diikuti setiap tahun.
“Kita juga selalu mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu sampai ke tingkat nasional, termasuk lomba-lomba bahasa ibu yang melibatkan peserta didik dari berbagai sekolah,” ungkapnya.

Selain itu, Disdikbud Bulungan juga rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan seni dan budaya sebagai ruang ekspresi sekaligus media pelestarian tradisi lokal. Pawai budaya menjadi salah satu agenda yang mendapat antusiasme masyarakat.
“Kita juga secara rutin menggelar pementasan budaya, seperti pawai budaya yang sudah kita laksanakan beberapa bulan lalu dan berbagai kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Suparmin menegaskan, keberhasilan pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Menurutnya, keterlibatan sekolah, komunitas seni, pegiat budaya, hingga masyarakat menjadi faktor penting agar budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Semua komunitas bisa mengikuti kegiatan ini. Kolaborasi itu harus lebih diwujudkan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Melalui penguatan pendidikan berbasis budaya dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Bulungan berharap bahasa daerah, seni, serta tradisi lokal tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas daerah yang harus terus dilestarikan.
“Pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dengan melibatkan dunia pendidikan dan masyarakat, kita optimistis warisan budaya Bulungan akan terus hidup dan berkembang di masa depan,” pungkasnya. (jai)

Editor : Azward Halim
bulungan