TANJUNG SELOR – Guru pendidikan agama Islam (PAI) di Bulungan diminta terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Selain itu, validitas data pada aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) juga menjadi perhatian penting guna mendukung kelancaran administrasi dan penyaluran tunjangan profesi guru (TPG).
Kepala Kemenag Bulungan, H. Muhammad Ramli menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi harus menjadi komitmen setiap tenaga pendidik.
"Guru harus terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Tantangan pendidikan semakin dinamis sehingga diperlukan semangat belajar yang berkelanjutan. Saya berharap kegiatan ini menjadi ruang penguatan bagi para guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran agama di sekolah," kata Ramli kepada Radar Kaltara, Jumat (12/6).
Menurutnya, jargon HEBAT (Handal, Edukatif, Bersinergi, Adaptif, dan Tuntas) harus menjadi pedoman bagi guru PAI dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pembentuk karakter generasi muda. Ia juga mengajak para guru menerapkan pendekatan pembelajaran yang berlandaskan kasih sayang melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta penguatan moderasi beragama dalam proses pendidikan.
"Pembelajaran yang dilandasi cinta dan kasih sayang akan melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik serta mampu menghargai perbedaan," katanya.
Selain pembinaan kompetensi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi Juknis Penyaluran TPG PAI Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, para guru diingatkan pentingnya memperbarui data pada aplikasi SIAGA sebagai dasar proses administrasi dan verifikasi penerima tunjangan profesi.
"Validitas data menjadi faktor yang sangat penting dalam proses penyaluran TPG. Karena itu, seluruh guru PAI harus aktif memperbarui data pada aplikasi SIAGA agar tidak terjadi kendala administrasi yang dapat menghambat proses pencairan tunjangan," tegas Ramli.
Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Bulungan berharap para guru PAI semakin profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan layanan pendidikan agama yang berkualitas. Di sisi lain, tertib administrasi melalui pembaruan data SIAGA diharapkan mampu mendukung penyaluran TPG yang tepat sasaran dan akuntabel.
"Guru yang profesional dan terus meningkatkan kompetensi akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, serta berakhlak mulia. Karena itu, peningkatan kualitas diri harus menjadi budaya yang terus dijaga oleh setiap guru," pungkasnya.(jai/lim)