Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

672 Lowongan dari 23 Perusahaan Dibuka di Bulungan Job Fair 2026

Fijai RT • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:51 WIB
TINJAU LAPANGAN: Bupati Bulungan Syarwani meninjau stan pelaksanaan job fair di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
TINJAU LAPANGAN: Bupati Bulungan Syarwani meninjau stan pelaksanaan job fair di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menggelar bursa kerja atau job fair 2026. Sebanyak 672 lowongan pekerjaan dari 23 perusahaan yang beroperasi di Bumi Tenguyun disediakan dalam kegiatan tersebut.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, penyelenggaraan Job Fair tahun ini merupakan hasil evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Selain menjadi sarana rekrutmen tenaga kerja, kegiatan tersebut juga dirancang sebagai forum komunikasi antar pemerintah, perusahaan dan para pencari kerja mengenai kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang.
“Kegiatan tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan di tahun ini," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (9/6).

Menurutnya, tantangan utama yang saat ini dihadapi adalah bagaimana menyelaraskan kualifikasi tenaga kerja yang tersedia dengan kebutuhan industri yang terus berkembang seiring masuknya investasi di Bulungan maupun Kaltara.
“Persoalannya adalah kebutuhan akan kualifikasi tenaga kerja yang harus terus kita komunikasikan, baik dari penyedia kerja maupun pemerintah. Sehingga kegiatan Job Fair ini bukan hanya sekadar lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang berbagi informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha,” ujarnya.

Syarwani menjelaskan, penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, Job Fair ini dipandang sebagai sarana strategis untuk memperluas akses informasi ketenagakerjaan sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Seiring berkembangnya investasi dan pembangunan di Kabupaten Bulungan maupun Kalimantan Utara, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing semakin meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemda Bulungan terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak peluang kerja tersedia bagi masyarakat. Kehadiran puluhan perusahaan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
“Kehadiran berbagai perusahaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Syarwani menekankan pentingnya kesiapan generasi muda Bulungan dalam menghadapi kebutuhan dunia industri, khususnya di tengah berkembangnya investasi strategis dan sektor hilirisasi yang diproyeksikan membuka peluang kerja dalam jumlah besar.
“Investasi strategis yang berkembang di Kalimantan Utara membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal. Karena itu generasi muda Bulungan harus mempersiapkan diri dengan keterampilan, disiplin, etos kerja dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” tegasnya.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman pencari kerja, Job Fair 2026 juga menghadirkan talkshow bertema persiapan memasuki dunia kerja dan peluang kerja di Kabupaten Bulungan dengan narasumber dari PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini. 
"Selain itu, BP3MI Kaltara turut memberikan edukasi terkait prosedur bekerja ke luar negeri secara legal dan aman," ujarnya.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak terjebak dalam praktik penyaluran tenaga kerja ilegal maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kita tidak ingin ada warga yang menjadi korban praktik penyaluran tenaga kerja ilegal, perdagangan orang, maupun berbagai bentuk eksploitasi akibat kurangnya informasi. Karena itu masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri harus menempuh jalur resmi dan memanfaatkan layanan pemerintah yang tersedia,” katanya.

Syarwani menegaskan bahwa keberhasilan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata, tetapi juga oleh karakter dan kesiapan diri. “Kesuksesan dalam dunia kerja ditentukan oleh integritas, disiplin, kemampuan berkomunikasi, semangat belajar dan kemauan untuk terus berkembang. Inilah yang harus dipersiapkan agar peluang kerja yang tersedia benar-benar dapat diisi oleh tenaga kerja lokal yang kompeten,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan