TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan mencatat capaian investasi yang signifikan pada triwulan I 2026. Hingga akhir Maret, realisasi investasi mencapai sekitar Rp 10 triliun, baik dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA).
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, target investasi yang ditetapkan DPMPTSP Bulungan pada 2026 sebesar Rp 14 triliun, sedangkan target yang diberikan Pemprov Kaltara mencapai Rp 16 triliun. Hingga triwulan I, realisasi investasi di Bulungan kurang lebih sudah mencapai Rp10 triliun.
"Investasi yang terealisasi berasal dari PMDN maupun PMA," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (9/6).
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap perkembangan iklim usaha di Bulungan yang terus menunjukkan tren pertumbuhan. "Berbagai proyek investasi yang berjalan saat ini diyakini akan memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi," ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemda Bulungan berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan serta memberikan kepastian bagi para pelaku usaha yang ingin menanamkan modalnya di Bulungan.
“Kami akan terus memberikan kemudahan investasi di Bulungan. Pemerintah daerah berupaya memastikan proses perizinan dan pelayanan kepada investor berjalan cepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Dijelaskan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing Kabupaten Bulungan di tingkat regional maupun nasional.
"Dengan capaian yang telah mencapai sekitar 71 persen dari target daerah pada triwulan pertama," ujarnya.
Pemda Bulungan optimistis realisasi investasi sepanjang tahun 2026 dapat melampaui target yang telah ditetapkan, terutama dengan dukungan berbagai proyek strategis dan pengembangan kawasan industri yang tengah berlangsung.
"Kami berharap masuknya investasi baru dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, tumbuhnya sektor usaha pendukung serta percepatan pembangunan di berbagai sektor," bebernya.
Syarwani menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Yang terpenting, investasi yang masuk harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Bulungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (jai/lim)