Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ekonomi Bulungan Tumbuh Tertinggi di Kaltara, Capai 8,42 Persen

Fijai RT • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:04 WIB
Yuda Agus Irianto, kepala BPS Bulungan. FOTO; RADAR TARAKAN
Yuda Agus Irianto, kepala BPS Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kaltara pada triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, ekonomi daerah ini tumbuh sebesar 8,42 persen secara tahunan year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, capaian tersebut menempatkan Bulungan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kaltara, melampaui rerata pertumbuhan ekonomi provinsi yang berada pada angka 5,23 persen.
"Ekonomi Kabupaten Bulungan pada triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 tumbuh sebesar 8,42 persen. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi di antara kabupaten dan kota di Kalimantan Utara," kata Yuda kepada Radar Kaltara, Senin (8/6).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Bulungan ditopang kuat oleh sektor tersier atau sektor jasa yang tumbuh hingga 28,17 persen. Sementara sektor sekunder atau industri pengolahan dan konstruksi tumbuh 9,81 persen. Di sisi lain, sektor primer yang mencakup pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan mengalami kontraksi sebesar 3,91 persen.
"Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor tersier yang menunjukkan peningkatan aktivitas jasa dan layanan ekonomi di Kabupaten Bulungan," ungkapnya.

Meski demikian, struktur perekonomian Bulungan masih didominasi sektor primer dengan kontribusi 36,51 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Posisi berikutnya ditempati sektor sekunder sebesar 31,93 persen, sementara sektor tersier menyumbang 31,56 persen.
"Struktur ekonomi Bulungan mulai menunjukkan pergeseran yang lebih berimbang antara sektor primer, sekunder, dan tersier, meskipun sektor primer masih menjadi kontributor terbesar," katanya.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bulungan terutama didorong oleh peningkatan Pengeluaran Konsumsi Akhir Pemerintah (PK-P) yang tumbuh 25,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 11,31 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) meningkat 3,94 persen.
"Pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran terjadi pada konsumsi pemerintah yang meningkat signifikan, diikuti investasi dan konsumsi rumah tangga," ungkapnya.

Komponen investasi atau PMTB masih menjadi tulang punggung perekonomian Bulungan dengan kontribusi mencapai 51,25 persen terhadap total PDRB. Selanjutnya disusul komponen lainnya sebesar 19,56 persen, konsumsi rumah tangga 17,96 persen, dan konsumsi pemerintah 11,23 persen.
"Tetapi, secara kuartalan atau dibandingkan triwulan IV-2025 (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Bulungan mengalami kontraksi sebesar 3,23 persen. Penurunan terjadi pada hampir seluruh sektor lapangan usaha dan komponen pengeluaran," bebernya.

Kontraksi terdalam terjadi pada sektor sekunder yang turun 6,49 persen, diikuti sektor primer sebesar 2,05 persen dan sektor tersier sebesar 1,61 persen. Dari sisi pengeluaran, penurunan terbesar terjadi pada konsumsi pemerintah yang terkontraksi 14,38 persen, sementara investasi turun 2,79 persen.
"Secara triwulanan terjadi kontraksi yang merupakan pola musiman karena aktivitas belanja pemerintah dan investasi biasanya lebih rendah pada awal tahun anggaran," jelasnya.

Secara regional, kontribusi Bulungan terhadap perekonomian Kalimantan Utara mencapai 17,79 persen, berada di posisi ketiga setelah Kota Tarakan yang berkontribusi 37,88 persen dan Kabupaten Nunukan sebesar 26,88 persen.
"Kabupaten Malinau menyumbang 11,40 persen dan Kabupaten Tana Tidung sebesar 6,06 persen," ujarnya.

Meski kontribusinya masih di bawah Tarakan dan Nunukan, Bulungan berhasil mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi di provinsi tersebut. Setelah Bulungan, pertumbuhan ekonomi tertinggi berikutnya terjadi di Kota Tarakan sebesar 5,26 persen, Kabupaten Tana Tidung 5,03 persen, Kabupaten Nunukan 4,11 persen, dan Kabupaten Malinau 2,82 persen. Dengan capaian tersebut, Bulungan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara. Kinerja investasi, belanja pemerintah, serta berkembangnya sektor jasa menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi yang kuat ini diharapkan dapat terus dijaga melalui peningkatan investasi, penguatan sektor produktif, serta penciptaan lapangan kerja yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bulungan," pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan