Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

HLUN Ke-30 di Bulungan, Bupati Syarwani: Lansia Harus Tetap Sehat, Aktif dan Produktif

Fijai RT • Senin, 8 Juni 2026 | 10:25 WIB
FASHION SHOW: Lansia mengikuti fashion show dalam peringatan HLUN Ke-30. FOTO: RADAR TARAKAN
FASHION SHOW: Lansia mengikuti fashion show dalam peringatan HLUN Ke-30. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui berbagai program pemberdayaan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Ke-30.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, lansia merupakan kelompok masyarakat yang telah memberikan pengabdian besar dalam perjalanan pembangunan bangsa dan daerah. Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan para lansia tetap memperoleh perhatian dan kesempatan menjalani masa tua secara sehat, aktif dan bermartabat.
"Orang tua kita telah memberikan pengabdian dan jasa yang besar dalam pembangunan daerah. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menghormati, menghargai, dan memberikan ruang agar mereka tetap sehat, aktif, serta produktif," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (7/6).

Menurutnya, semangat para lansia yang masih aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan menjadi teladan bagi generasi muda. Ia menilai usia tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
"Semangat para lansia yang tetap aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan menjadi contoh bahwa usia bukanlah hambatan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat," ungkapnya.

Syarwani menjelaskan, perhatian terhadap lansia juga merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
"Regulasi tersebut menjadi pedoman pemerintah dalam mewujudkan lansia Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat melalui berbagai program lintas sektor," ujarnya.

Dalam kebijakan tersebut, Pemda Bulungan menitikberatkan pada pengembangan potensi lansia melalui berbagai pelatihan keterampilan dan usaha produktif yang disesuaikan dengan kondisi fisik serta kemampuan masing-masing individu.
"Melalui pemberdayaan yang tepat, para lansia tetap dapat berkarya dan memiliki peran dalam pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat," jelasnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, pemerintah juga terus mendorong kemudahan akses pelayanan bagi lansia, mulai dari fasilitas publik yang ramah lansia hingga program perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Menurutnya, aspek perlindungan sosial menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan lansia. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan layanan perawatan jangka panjang yang berbasis keluarga, masyarakat maupun lembaga sosial.
"Kita ingin memastikan setiap lansia memperoleh hak hidup yang layak, aman, sehat, dan sejahtera," tegasnya.

Sebagai bentuk nyata implementasi program tersebut, Pemda Bulungan mendukung kehadiran Sekolah Lansia Berlian yang resmi dibentuk pada Mei 2026.
"Program pendidikan nonformal ini menjadi wadah pembelajaran bagi para lansia untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesehatan fisik, serta kesehatan mental," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Sekolah Lansia Berlian, drg. I.B. Komang Sidharahardja menjelaskan bahwa saat ini sekolah tersebut telah memiliki 30 peserta angkatan pertama yang seluruhnya berusia di atas 60 tahun.
"Tujuan utamanya adalah membantu lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Pembelajaran tidak hanya terkait kesehatan, tetapi juga aspek sosial, spiritual, pendidikan dan keterampilan," ujarnya.

Menurut Komang, keberadaan Sekolah Lansia Berlian diharapkan mampu menjadi sarana penguatan kapasitas lansia sekaligus memperluas ruang interaksi sosial sehingga mereka tetap merasa berdaya dan memiliki peran penting di tengah masyarakat.
"Kami ingin para lansia tetap memiliki aktivitas yang positif, memperluas pergaulan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental mereka," katanya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Bulungan berharap para lansia tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga tetap menjadi subjek yang berperan aktif dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
Peringatan HLUN ke-30 tahun ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan kehidupan yang layak bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk para lansia.
"Melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, dan masyarakat, kami berharap lansia di Bulungan dapat menjalani masa tua yang sehat, mandiri, produktif, serta tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun daerah," pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan