Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inflasi Bulungan Capai 3,97 Persen, Tarif PAM dan Angkutan Udara Jadi Pemicu Utama

Fijai RT • Jumat, 5 Juni 2026 | 09:32 WIB
INFLASI: Tarif angkutan udara memjadi salah satu pemicu inflasi di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
INFLASI: Tarif angkutan udara memjadi salah satu pemicu inflasi di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) sebesar 3,97 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas dan jasa, terutama tarif air minum PAM serta angkutan udara menjadi faktor utama yang mendorong inflasi.

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto, mengatakan inflasi yoy terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,33 pada Mei 2025 menjadi 109,51 pada Mei 2026.
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi yoy sebesar 3,97 persen. Selain itu, inflasi bulanan atau month to month (mtm) tercatat sebesar 0,39 persen dan inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) sebesar 1,15 persen,” kata Yuda kepada Radar Kaltara, Selasa (2/6).

Menurutnya, inflasi tahunan dipicu kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 9,32 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,23 persen serta kelompok transportasi sebesar 7,09 persen.
“Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar. Selain itu, kelompok transportasi dan perawatan pribadi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan,” ungkapnya.

BPS mencatat sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan antar lain tarif air minum PAM, angkutan udara, emas perhiasan, ikan bandeng, sewa rumah, minyak goreng, biaya servis kendaraan, pelumas mesin, cabai rawit dan jasa perbaikan kendaraan.
“Tarif air minum PAM dan angkutan udara menjadi komoditas yang memberikan andil cukup besar terhadap inflasi pada Mei 2026,” jelasnya.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi atau memberikan kontribusi terhadap deflasi. Komoditas tersebut di antaranya bawang putih, bawang merah, kangkung, deterjen bubuk, telur ayam ras, hand body lotion, pengharum cucian, bayam, bola lampu, dan tomat.
“Beberapa komoditas kebutuhan rumah tangga dan bahan pangan mengalami penurunan harga sehingga membantu menekan laju inflasi,” ungkapnya.

Secara bulanan, inflasi Mei 2026 sebesar 0,39 persen terutama dipengaruhi kenaikan harga angkutan udara, biaya servis kendaraan, perbaikan ringan kendaraan, nasi dengan lauk, pelumas mesin, minyak goreng, bawang putih, tempe, tahu mentah dan beras.
"Komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan antara lain daging ayam ras, cabai rawit, tomat, telur ayam ras, emas perhiasan, bola lampu, udang basah, susu bubuk balita, sabun mandi cair, dan teh," ujarnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang terbesar inflasi tahunan berasal dari kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 1,94 persen. Kemudian kelompok transportasi sebesar 0,95 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,49 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,33 persen.
“Kelompok perumahan dan transportasi masih menjadi faktor dominan pembentuk inflasi di Bulungan. Sedangkan kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga justru memberikan andil deflasi sebesar 0,11 persen,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan